Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Puting Beliung Kediri: Pelajar Tewas Tertimpa Pohon

19 November 2018, 18: 03: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

puting beliung

NAHAS: Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti mobil yang tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin kencang di Polsek Plosoklaten. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN – Hujan deras disertai angin puting beliung yang menerpa sejumlah wilayah Kabupaten Kediri, kemarin (18/11), berujung maut. Jepri Alfian Kurniawan, 16, warga Jalan Dr Wahidin, Desa/Kecamatan Gurah meninggal dunia. Itu setelah mobilDaihatsu Terios AG 1455 HA yang ditumpangi pelajar tersebut tertimpa pohon bendo setinggi sekitar 10 meter.

Bencana itu terjadi di Dusun Jengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten. Tepatnya di area hutan lindung Jamban. Sementara, Soejoko, 51, ayah Jepri, yang mengemudi, mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangannya. “Petugas kami yang ke TKP (tempat kejadian perkara) telah mengevakuasi korban yang masih berada di dalam mobil,” ungkap Kapolsek Plosoklaten AKP Fuadi ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Untuk mengevakuasi kedua korban, perwira Polri ini mengatakan, pihaknya dibantu oleh sejumlah warga. Namun sayangnya, ketika berhasil mengeluarkan Jepri, remaja itu sudah dalam keadaan tak bernyawa. “Oleh anggota polsek, kedua korban langsung dibawa ke RS Baptis Kediri,” jelas Fuadi.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan koran ini, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Siang itu, di sekitar lokasi kawasan hutan lindung Jamban di Dusun Jengkol, Plosokidul sedang diguyur hujan lebat.

Tak hanya deras debitnya, hujan juga disertai angin sangat kencang. “Anginnya berputar-putar. Embusannya itu seperti angin lesus,” ungkap Siban, 35, warga Jengkol, yang saat itu berada di warung tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ketika hujan turun, dia menjelaskan, banyak warga yang sedang melintas di jalanan berteduh. Pasalnya, debit air hujan memang sangat deras. Setengah jam kemudian, sekitar pukul 14.30 WIB dari arah Kecamatan Wates melaju mobil Daihatsu Terios warna silver dengan nomor polisi AG 1455 HA.

Kendaraan itu dikemudikan oleh Soejoko, warga Jalan Dr Wahidin, Desa/Kecamatan Gurah. Awalnya perjalanan lancar. “Saat melaju di depan warung, mobil itu berusaha mendahului sepeda motor di depannya,” kata Siban.

Anehnya, setelah mendahului sepeda motor, kendaraan roda empat tersebut justru mengurangi kecepatannya. Saat itulah Siban mendengar suara ..kraak. Saking kerasnya, Siban yang berada di teras warung kaget dan curiga. Penasaran, segera ia menghambur demi mengetahui di mana sumber suaranya.

Ternyata ada dahan pohon yang patah. “Sebelum terjatuh, dahan pohon itu patah terlebih dahulu. Kemudian baru terjatuh terkena angin,” jelasnya.

Tidak berlangsung lama, setelah suara dahan pohon patah itu, terdengar suara dentuman yang cukup keras. Ternyata, dahan pohon bendo dengan diameter sekitar 40 sentimeter (cm) tersebut sudah menimpa mobil yang ditumpangi Soejoko bersama anaknya, Jepri.

“Mobil itu berhenti di jalan dengan kondisi ringsek bagian depan kemudi. Saat itu hujan masih mengguyur dan anginnya masih bertiup dengan kencang,” papar Siban.

Mengetahui terjadi kecelakaan, sejumlah warga yang berada di dalam warung berhamburan. Mereka menghampiri kendaraan nahas tersebut. “Wes mati orange (sudah meninggal orangnya),” teriak salah satu warga seperti ditirukan Siban.

Di antara mereka lantas mengadukannya ke pihak kepolisian. Begitu petugas Polsek Plosoklaten tiba di TKP, korban yang berada di dalam kendaraan dievakuasi. Soejoko dapat diselamatkan. Namun, Jepri yang duduk di kursi depan samping kemudi tak mampu bertahan. Pelajar ini meninggal di lokasi kejadian.

Akibat pohon tumbang itu, arus lalu lintas sempat tersendat. Pasalnya, posisi pohon melintang di tengah jalan. Petugas kepolisian pun mengalihkan arus lalu lintas di jalur jalan menuju Gurah dan Pare.

Untuk meminggirkan pohon dan membersihkan jalan itu, Kapolsek Fuadi mengatakan, petugas memerlukan waktu dua jam. “Petugas kami yang ke lokasi kejadian segera menangani situasi ke sana,” ungkapnya.

Setelah mengevakuasi kedua korban ke RS Baptis, Fuadi menambahkan, pihaknya melakukan proses lebih lanjut. Barang bukti berupa mobil telah diamankan di Polsek Plosoklaten. Sekitar pukul 16.00, evakuasi sudah selesai. Arus lintas kembali normal.

Tak hanya itu, angin puting beliung juga merobohkan dua antena telekomunikasi. Yang pertama, tower milik kominfo yang berada di Kecamatan Plosoklaten. Antena tower itu roboh sekitar pukul 14.30.

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 14.45 WIB, kejadian serupa terjadi di kantor Kecamatan Wates. Akibat hujan deras dan angin kencang, tower milik dinas kominfo itu juga roboh. Ambruknya antena itu menimpa satu unit mobil milik Uki, warga Dusun Ngeloan, Desa Duwet, Wates yang diparkir di halaman kantor kecamatan. Selain itu, beberapa genting kantor pecah.  

Sementara itu, di Kota Kediri, hujan dan angin menyebabkan beberapa pohon di sekitar Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto  tumbang. Dahan pohon yang roboh menimpa dua sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan kawasan Gua Selomangleng. “Sempat kejatuhan, tapi saya pas nggak di dekat sepeda motor saya,” ujar Dyah, 27, pemilik motor Honda Beat merah asal Desa Tiron, Kecamatan Banyakan.

          Ia mengaku, sedang berteduh di Museum Airlangga, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto saat hujan deras. Namun ketika kembali ke tempat parkir sepeda motor, ternyata motornya tertimpa dahan pohon.

          Beruntung tidak terjadi kerusakan dan korban jiwa dari ambruknya dahan pohon yang berada di tempat itu. Menurut Dyah, hujan deras hanya terjadi sekitar 15 menit, namun angin kencang tetap mengiringi hujan.

          Ia menjelaskan bahwa hanya terjadi lecet di bagian bodi sepeda motor Honda Beat miliknya dan di bagian jok motor. Karena tidak ada kerusakan parah dari mesin maupun bodi sepeda motornya, Dyah pun masih bisa  mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke rumah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia