Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Soal UMK: Pemkab-Pemkot Dukung Investasi dan Industri

18 November 2018, 12: 52: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

ptpn ngrangkah

DORONG INVESTASI: Pekerja di perkebunan kopi milik PTPN Ngrangkah Sepawon memilah biji kopi. Kenaikan UMK sangat ditunggu para pekerja. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Naiknya upah minimum kota maupun kabupaten (UMK) ibarat hadiah tahun baru bagi para pekerja di Kota dan Kabupaten Kediri. Apalagi kenaikan UMK kali ini cukup signifikan. Yaitu menjadi Rp 1,85 juta untuk wilayah kabupaten. Serta Rp 1,899 juta di Kota Kediri.

Meskipun demikian, kenaikan UMK itu dianggap tak terlalu membebani pengusaha. Sebab, sebelumnya sudah diukur dengan kemampuan para pengusaha. Apalagi, sudah ada mekanisme dalam pengajuan pengusulan UMK itu sebelumnya.

“Kami intinya akan mengikuti keputusan Gubernur Jatim terkait kenaikan UMK tersebut,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan.

Krisna berharap bahwa agar semua pihak yang terkait bisa melaksanakan keputusan tersebut. Terutama untuk sektor industri di Kabupaten Kediri. Krisna yakin pelaku usaha atau industri di wilayahnya tak akan keberatan. Selain karena sudah menjadi keputusan dan harus dilaksanakan, besarannya pun dinilai masih wajar.

“Pengambilan keputusan untuk menaikkan UMK tersebut pastinya telah melalui berbagai kajian. Tidak mungkin secara sepihak penetapannya,” terangnya.

Sebaliknya, dengan kenaikan UMK tersebut bisa dijadikan lecutan semangat untuk mendorong peningkatan industri. Pasalnya, sektor industri di Kabupaten Kediri diakuinya sedang meningkat. “Industri sudah mulai berkembang,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangannya, Pemkab Kediri akan terus berupaya untuk mendorong iklim investasi. Selain dapat memberikan pendapatan terhadap daerah, juga akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Semoga dengan kenaikan UMK ini para pekerja juga bisa lebih produktif dan bersemangat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, kenaikan UMK di Kota Kediri juga dianggap relevan. Besarnya pun masih realistis. Dan itu masih mampu mendorong tingkat investasi ke wilayah ini.

“ya, UMK Kota Kediri mengalami kenaikan yang sangat wajar,” aku Kristianto, kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Koperasi UMTK) Kota Kediri.

Wajar, karena sebelumnya pihaknya juga mengusulkan senilai itu. Ternyata, pemprov pun menetapkan nilai UMK Kota Kediri sesuai usulan. Tak mengurangi atau menambah.“Titik komanya pun persis,” imbuhnya.

Proses pengusulannya pun diakui Kris tidak dipersulit ataupun mengalami kesulitan. Ia juga menjelaskan bila UMK Kediri sejak 2017 sebesar Rp 1.758.117,91. Pengusulan tersebut dilaksanakan selama 10 hari. Dengan hasil positif dan menempati kedudukan urutan UMK se Jawa Timur ke 18 setelah Kabupaten Lamongan, dengan selisih sekitar Rp 300 ribu.

Untuk urutan pertama UMK tertinggi tetap diduduki Kota Surabaya, sebesar Rp 3.871.052,61.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia