Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Ingin Makan Ikan? Musim Hujan, Harga Ikan Air Tawar Naik

18 November 2018, 12: 48: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

ikan tambak

SUMBANG INFLASI: Anton Setiawan menawarkan ikan bandengnya di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Selain ikan ini, bandeng mengalami kenaikan harga. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Memasuki musim hujan, stok ikan air tawar seperti nila dan bandeng menipis. Harga jualnya pun mengalami kenaikan Rp 3 hingga Rp 5 ribu per kilogram (kg)-nya.

“Bandeng dan nila stoknya menipis terus. Wajar, harganya naik daripada ikan laut,” ungkap Antok Purwanto, pedagang ikan di Pasar Setonobetek.

Dia mengakui, kenaikan harga sudah berlangsung sejak satu bulan. Komoditasnya memang terus berkurang. Menurut Antok, pasokan ikan di pasar tersebut dari Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo. Wilayah itu merupakan lokasi tambak nila dan bandeng terbesar di Jawa Timur.

“Di sana kebetulan cuacanya tidak sama seperti Kediri yang memasuki msuim hujan,” imbuhnya.

Antok mengatakan, hujan di tiga wilayah itu belum deras. Hanya sesekali saja. Sehingga kondisi tambak belum normal. Setiap hari selalu ada yang mencari nila dan bandeng. “Kalau kondisinya terbatas, siapa cepat dia dapat,” tegasnya.

Harga ikan nila sebelumnya Rp 30 ribu per kg. Kini menjadi Rp 35 ribu. Untuk bandeng per kg Rp 27 ribu. Lalu naik menjadi Rp 30 ribu. Jumlah stok dan kenaikan harga ikan ini berlangsung sejak satu bulan.

“Sudah satu bulan naik harga, biasanya sekali naik Rp 1.000 per kilogramnya. Sampai sekarang ditotal sampai Rp 5 ribu,” urai Anton Setiawan, yang juga berdagang ikan.

Kenaikan terjadi secara bertahap. Disesuaikan dengan stok barang dan permintan konsumen. Baik nila maupun bandeng merupakan menu sehari-hari sebagian besar konsumen. Bahkan kalangan pedagang juga membutuhkannya untuk dijual kembali dalam bentuk siap saji.

Terpisah, Ellyn T. Brahmana, kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Kediri, mengakui, harga nila termasuk penyumbang inflasi. “Sebesar 7,76 persen kenaikan harga ikan ini, dengan andil 0,007 persen,” ucapnya.

Kenaikan harga ikan tersebut berpotensi menaikkan harga makanan matang. Ellyn menegaskan, untuk kondisi stok bahan makanan tidak perlu menimbun saat sedang melimpah. Pun saat sedang menipis, tidak perlu panik. “Konsumsi saja sesuai kebutuhan, tidak perlu konsumtif,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia