Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Jaga Pasokan Telur, Ini Cara Pemkot Kediri

18 November 2018, 12: 20: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

peternak telur

KERJA SAMA: Mas Abu bersama TPID Kota Kediri dan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Blitar. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Pemkot Kediri punya cara untuk menjaga pasokan telur di wilayahnya. Mereka melakukan kerjasama dengan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Blitar. Pihak koperasi tersebut yang bertugas mensuplai kebutuhan telur di wilayah Kediri.

Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, kerja sama dengan peternak dari Kabupaten Blitar tersebut bertujuan menjaga suplai. Sekaligus bisa menekan harga telur. “Dengan kerja sama ini bisa memangkas rantai distribusi telur yang terlalu panjang,” kata Abu.

Kemarin, MoU kerjasama itu diteken. Penekenan itu sekaligus sebagai upaya agar bisa menjaga tingkat inflasi di Kota Kediri tetap rendah. Sebab, selama ini telur merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar.

Menurut Abu, untuk menjaga inflasi tetap rendah itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri selalu menjaga 4K. Yaitu menjaga kecukupan pasokan komoditas pangan, keterjangkauan harga pangan, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik yang efektif. Upaya itu selama ini mampu menunjukkan hasil. Parameternya adalah penghargaan dari Presiden RI terhadap Kota Kediri. Sebagai kota dengan inflasi terendah se-kawasan Jawa Bali.

Sebenarnya, selain dengan peternak dari Kabupaten Blitar, mereka juga telah bekerja sama dengan peternak dari daerah lain. Bentuk kerja samanya adalah dalam pasokan telur. Pihak koperasi menjamin akan selalu ada pasokan telur dengan harga kandang.

“Ketersediaan telur di Kota Kediri ini agar selalu ada, dan dengan harga yang terjangkau. Sehingga di Kota Kediri tidak ada lagi telur dengan harga mahal,” ujarnya.

SKepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPW BI) Kediri Djoko Raharto mengatakan, kerjasama ini bertujuan agar ada kepastian pasokan komoditas pangan di Kota Kediri. Telur yang ada di koperasi Kabupaten Blitar ini diambil ketika terjadi gejolak harga telur. Namun ketika harga stabil dan persediaan telur di Kota Kediri masih cukup tidak akan mengambil dari koperasi ini.

“Sebenarnya kerjasama sudah kami lakukan. Namun dengan daerah TPID Kota Blitar. Sekarang kami perluas dengan kabupaten,” tanggapnya.

Ketua Koperasi Putera Blitar Sukarman menyatakan antusiasnya melakukan kerjasama ini. Selama ini koperasi yang dikelolanya menaungi peternak-peternak kecil. Yang sering kesulitan dalam pemasaran telur.

“Dari telur peternak kecil itu kami jual ke luar daerah. Bahkan sampai keluar pulau juga. Yang paling besar adalah di Jakarta,” sebutnya.

Dari kerjasama tersebut menurutnya akan menguntungkan kedua daerah. Bisa membantu Kota Kediri memenuhi kebutuhan telur. Juga membuat harga telur stabil di kedua tempat. Telur peternak Kabupaten Blitar juga semakin mudah terdistribusi.

Dalam MoU kemarin, juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu HS dan Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Blitar Tuti Komariyati.

Turut hadir dalam acara tersebut TPID Kota Kediri, TPID Kabupaten Blitar, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia