Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Oh, Buang Bayi Lagi!

Sehari Dua Kejadian, Pelaku Masih Pelajar

16 November 2018, 18: 33: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

MALANG: Bayi yang dibuang di Kandangan akhirnya meninggal.

MALANG: Bayi yang dibuang di Kandangan akhirnya meninggal. (ILUSTRASI: AFRIZAL SAIFUL)

KEDIRI KABUPATEN – Baru satu minggu kasus pembuangan bayi terjadi di Desa Sambirejo, Pare, berlalu. Eh, kemarin sudah terjadi lagi kasus serupa. Ironisnya, tidak hanya satu. Dalam sehari kemarin terjadi dua kasus pembuangan bayi! Di Kandangan dan Kepung.

Kasus pertama terjadi di Desa Kandangan. Bayi yang berumur sekitar sehari dibuang di depan rumah Desi Putri, warga Jalan Pare Baru. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB dini hari kemarin (15/11).

“Bayi tersebut diletakkan persis di depan pintu,” terang Pjs Kapolsek Kandangan AKP Hadi Purnomo.

Berdasarkan keterangan Desi kepada polisi, saat itu dia tengah tidur. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara ketukan di pintu rumahnya. Karena penasaran, wanita tersebut membuka pintu. Tapi dia tak melihat ada orang di depan rumahnya.

Setelah menengok kanan kiri dan memerhatikan sekitarnya, Desi berniat menutup pintu lagi. Saat itulah matanya terpaku pada bungkusan kresek warna hitam.

Desi bergegas membuka bungkusan itu. Alangkah kagetnya dia saat melihat isinya. Di dalam kresek tersebut tergeletak seonggok bayi perempuan yang masih berwarna merah. Desi pun segera melaporkan kejadian itu ke polisi.

Oleh polisi bayi tersebut segera dilarikan ke Puskesmas Kandangan. Karena kondisi kesehatannya memburuk kemudian bayi tersebut dibawa ke RSUD Pare. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi kemungkinan lahir prematur. Bobotnya pun hanya 1,2 kilogram. Dengan panjang 36 sentimeter. “Dari hasil pemeriksaan awal bayi tersebut lahir prematur di usia kehamilan sekitar 7 bulan,” terang Hadi.

Sayangnya, kabar duka datang sekitar 10 jam berselang. Bayi tersebut meninggal dunia sekitar pukul 11.55 WIB. Upaya pertolongan medis tak berhasil menyelamatkan nyawa bayi malang tersebut.

Beberapa jam setelah kejadian itu, juga tersiar kabar polisi berhasil menangkap pelaku pembuang bayi sekaligus ibu bayi. Pelaku kabarnya masih berstatus pelajar bernama VP. Informasi menyebutkan, alamat pelaku pembuangan juga masih di Jalan Pare Baru, Kandangan.

“Tersangka saat ini sudah ditahan,” terang Kasubag Humas Polres Kediri AKP Setijo Budi.

Penangkapan pelaku terjadi setelah polisi melakukan penyelidikan di sekitar lokasi. Termasuk menanyai beberapa tetangga tentang seseorang yang bertingkah mencurigakan. Hasilnya, kecurigaan polisi mengarah ke VP yang kakinya bengkak. Polisi sempat memeriksakan tersangka ke Puskesmas Kandangan. Dan terbukti pelajar itu baru melahirkan.

Sementara itu, kejadian kedua berjarak sekitar delapan jam dari penemuan bayi pertama. Lokasinya di Desa Krenceng, Kepung. Bayi malang tersebut ditemukan di semak-semak pinggir persawahan Dusun Kebonsari.

Sayang, bayi berjenis kelamin perempuan itu saat ditemukan sudah tak bernyawa.

“Ketika ditemukan bayi tersebut masih tersambung dengan tali pusarnya,” terang Wakapolsek Kepung Ipda Sunarko.

Berdasarkan keterangan Sunarko, penemu mayat bayi itu adalah Ginah, 68. Warga Desa Krenceng, Kepung itu sedang dalam perjalanan pulang dari sawah. Ketika melintas di lokasi Ginah melihat tas kresek tergeletak di semak-semak di pinggir jalan.

“Saat itu Ginah menduga bungkusan tersebut bekal warga yang tertinggal,” imbuh Sunarko.

Alangkah terkejutnya Ginah ketika mengetahui isi kresek. Di dalam kresek hitam tersebut berisi bayi perempuan dengan jenis kelamin perempuan. Dia segera berteriak minta tolong. Warga yang berada di dekat lokasi kejadian segera berdatangan. Sebagian ada yang melapor ke Polsek Kunjang.

Petugas yang datang langsung mengamankan lokasi. Sekitar TKP dipasangi police line. Karena lokasi kejadian dekat dengan jalan alternatif, kerumunan yang melihat semakin banyak. Mayat bayi kemudian segera dievakuasi dan dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri.

“Untuk penyebab kematian masih menunggu hasil otopsi,” kata Sunarko.

Sunarko menyatakan, untuk kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Untuk mempermudah mencari tersangka pembuangan bayi, petugas melakukan koordinasi dengan bidan-bidan yang berada di Kecamatan Kepung.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia