Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Siapkan Pemasangan ACP untuk Gerbang

Penggantian Elastomer Kembali Berlanjut

15 November 2018, 18: 26: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

ANDESIT: Seorang pekerja memasang batu yang digunakan untuk melapisi trotoar Jembatan Brawijaya.

ANDESIT: Seorang pekerja memasang batu yang digunakan untuk melapisi trotoar Jembatan Brawijaya. (M. DIDIN SAPUTRO - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KOTA - Tenggat penyelesaian Jembatan Brawijaya kurang satu bulan lagi. Waktu yang kian mepet itu membuat pengerjaan jembatan ini terus dikebut. Kemarin, para pekerja mulai mempersiapkan pemasangan aluminium composite panel (ACP). Sekaligus menyelesaikan penggantian bantalan karet (elastomer). Pemasangan elastomer ini sempat terhenti beberapa waktu lalu.

Menurut Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri Sunarto, hingga kemarin progres tahap 2 lanjutan sudah mencapai 60 persen lebih. Fokusnya pada penyelesaian asesoris.  

“Saat ini sedang persiapan pemasangan ACP gerbang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri. Pemasangan ACP ini bertujuan membuat gerbang lebih megah dan mewah.

Kemarin, pekerja mulai mempersiapkan peralatan penunjang jelang pemasangan itu. Termasuk pembuatan kerangka sebagai pengait ACP di setiap gerbang. “Masih tahap pemasangan rangka di gerbang sebelah timur,” tambahnya.

Selain itu, kemarin juga dimulai penggantian bantalan karet atau elastomer bearing pad. Penggantian ini sempat tertunda hampir satu bulan.

Dari keterangan seorang pekerja, penggantian elastomer atas rekomendasi tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Untuk tanggung jawab pengerjaannya masih diemban PT Fajar Parahyangan, rekanan megaproyek tersebut. PT Fajar Parahyangan menunjuk teknisi yang khusus membidangi penggantian elastomer jembatan. Proses penggantian ini tidak akan memengaruhi jadwal selesainya jembatan. Perkiraannya, pemasangan elastomer tuntas sebelum Desember.

“Dulu yang sudah dipasang tahap pertama 12 elastomer, sisanya adalah 82,” sahut Sunarto.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, belasan pekerja yang melakukan penggantian elastomer. Mereka melepas elastomer lama dan menggantinya dengan yang baru. Untuk melepas elastomer setebal 7 sentimeter itu menggunakan dongkrak hidrolik. Yang dipasang di bawah masing-masing girder jembatan. Total ada 11 dongkrak yang digunakan. Pengerjaanya masih fokus pada abunment tengah jembatan. Pengerjaannya menggunakan scaffolding untuk tumpuan para pekerja saat proses penggantian.

Terkait kerusakan elastomer yang masih baru itu, Noer Rodli, teknisi yang membidangi pengerjaan itu, menjelaskan ada beberapa kemungkinan. Salah satunya adalah lamanya Jembatan Brawijaya mangkrak. Sebab, bagian peredam getaran tersebut rentan rusak bila tak difungsikan. Sedangkan bila dalam pemakaian, umurnya bisa mencapai 40 tahun lebih. “Untuk kualitas elastomer yang lama saya tidak tahu seperti apa. Yang jelas untuk yang baru ini sudah mengikuti SNI,” sebutnya.

Kemarin, banyak pekerja yang terlihat berada di jembatan. Tak hanya pekerja dari kontraktor utama. Ada juga pekerja borongan dari pihak ketiga. Termasuk pekerja yang sedang melakukan pengaspalan. Pengaspalan kemarin dilakukan di sekitar Taman Harmoni. Juga menyelesaikan aspal lapisan atas di oprit bagian barat.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia