Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Features
Petugas Khusus PLN Keadaan Bertegangan

Takjub ketika Muncul Bunga Api saat Sentuh Kabel

Riza Isgiarto

14 November 2018, 17: 32: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

TERLATIH: Riza Isgiarto sesaat sebelum naik ke tower SUTT-TET di Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri.

TERLATIH: Riza Isgiarto sesaat sebelum naik ke tower SUTT-TET di Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri. (M. DIDIN SAPUTRO - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

Memanjat tower SUTET sudah jadi kesehariannya. Bekarja dengan risiko tinggi. Nyawa juga bisa jadi taruhan. Konsekuensi karena masuk di tim elit PLN.

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Pagi itu puluhan petugas PLN berkumpul di tengah areal perkebunan tebu di Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri. Berpakaian serba oranye. Lengkap dengan helm pengaman di kepala mereka. Satu per satu dari petugas itu terdengar berteriak. Meneriakkan kata siap! Tepatnya setelah koordinator tim menyebut nama-nama petugas tersebut.

Salah satu yang berteriak itu adalah Riza Isgiarto. Pemuda itu memang salah satu anggota tim spesial itu. Satu tim di PLN yang melakukan Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Riza adalah putra daerah. Dia berasal dari Kelurahan Tosaren, Kota Kediri. Dia merupakan bagian dari tim inti PDKB PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali.

Awalnya dia tidak menyangka bisa masuk tim elit PLN tersebut. Karena bukan yang dia pilih saat melamar menjadi karyawan di perusahaan milik negara itu.

“Dulu saya tidak menyangka karena di rekrutmen adalah untuk petugas operator dan teknisi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kediri Rabu (24/10).

Namun, PDKB menjadi tugas yang sangat menantang baginya. Selain berisiko tinggi, tanggung jawabnya juga besar. Menjadi daya tarik tersendiri bagi pria 32 tahun itu.

Tim PDKB merupakan petugas PLN yang bertugas memelihara Saluran Udara Tegangan Tinggi dan Tegangan Extra Tinggi (SUTT/TET). Tugasnya antara lain meliputi penggantian isolator, penggantian asesoris isolator, pemeliharaan asesoris isolator, dan juga pemeliharaan peralatan di gardu induk.

“Pemeliharaanya masih dalam keadaan bertegangan. Termasuk saat mengganti isolator seperti ini,” jelasnya.

Dalam penggantian isolator dengan kondisi masih bertegangan itu, yang melakukan memang harus sangat terlatih. Sebab, pekerjaannya sangat berisiko. Karena itu mereka dilatih serba khusus. Serta bersertifikat khusus yang akan ditinjau secara berkala.

Berbagai pengalaman menarik dalam pengerjaan perbaikan instalasi listrik di sejumlah daerah pernah dirasakan Riza. Salah satu yang tak terlupakan adalah ketika saat di pelatihan. Riza saat itu tegang ketika mengganti isolator dengan dengan keadaan arus masih menyala. Ditambah lagi berada di ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah.

“Tapi setelah turun ke kabel transmisi, karena terlalu sering. Kondisinya seperti berdiri di atas tanah,” cetusnya.

Pengalaman yang menarik saat dia menyentuh kabel yang masih teraliri arus listrik. Malahan dia takjub karena kabel yang dipegangnya itu memunculkan lompatan bunga api. Yang pasti dia sudah mengenakan pakaian standar pengamanan. “Bunga api itu bagus sekali,” kenangnya.

Namun ada juga pengalaman yang membuat takut. Artinya, dia menjadi harus lebih waspada. Dan itu diakui oleh semua anggota tim. Yaitu saat hujan turun ketika tengah melakukan pengerjaan. Pasalnya apabila kabel SUTET terkena air sangat berbahaya bagi petugas.

“Kalau tiba-tiba mendung dan mau turun hujan, pengerjaannya kami tunda dahulu,” terangnya.

Tak hanya itu, petugas PDKB juga menghindari banyaknya debu di lokasi pengerjaan. Debu yang menumpuk, terutama pada isolator,  membuat kerja tak kondusif. Karena bisa merusak peralatan. “Jadi semua harus steril dari air, debu, dan tanah,” tegasnya.

Terlepas dari semua risiko, Riza sangat bangga menjadi bagian dari tim PDKB. Selain sudah menjadi kewajiban, Riza juga mendapat dukungan dari keluarga.

“Keluarga termasuk istri saya sangat mendukung karena pekerjaan ini bagian pengabdian untuk negara,” sambung pria yang kini berdinas di UPT Madiun mulai 2017 itu.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia