Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Satpol PP-Bawaslu Turunkan Puluhan APK Langgar Aturan

Terbanyak di Kecamatan Mojo

14 November 2018, 14: 49: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

BONGKAR: Anggota satpol PP menurunkan baliho milik seorang caleg yang terpasang di Kecamatan Mojo, kemarin.

BONGKAR: Anggota satpol PP menurunkan baliho milik seorang caleg yang terpasang di Kecamatan Mojo, kemarin. (ANDIKA ATTAR - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN - Satpol PP dan Bawaslu Kabupaten Kediri menertibkan puluhan alat peraga kampanye (APK), kemarin. Petugas menyasar APK di Kecamatan Semen, Mojo, dan Ngadiluwih. Hasilnya, puluhan APK yang tidak sesuai aturan pemasangan langsung diturunkan paksa.

“Total ada 77 APK yang kami tertibkan tadi (kemarin, Red),” ujar Kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Kediri Toni Subiyanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, APK yang ditertibkan tersebut adalah beragam peraga kampanye untuk pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2019. Satpol dan bawaslu fokus untuk mencermati APK yang berada di jalan protokol.

Daerah pertama yang disasar adalah Kecamatan Semen. Selepas Terminal Tamanan Kota Kediri hingga Desa Kedak.                 Setelah itu petugas berputar arah menuju Kecamatan Mojo. Petugas mulai menyasar APK di jalan raya Desa Petok hingga pertigaan Jembatan Wijayakusuma. Terakhir, petugas menyasar APK yang dipasang di pertigaan Telkom Ngadiluwih.

APK yang ditertibkan petugas pun terdiri dari banner, baliho, dan spanduk. Pelanggaran terbanyak adalah APK yang dipaku di pohon. Petugas berhasil menertibkan 57 banner, 11 baliho, dan 7 spanduk. “Barang bukti  APK terbanyak kami temukan di wilayah Mojo,” beber aparat penegak perda tersebut.

Dalam giat kali ini, Satpol PP Kabupaten Kediri mengerahkan 21 personelnya. Dengan membawa satu armada truk. Kemudian, barang bukti (BB) APK tersebut diserahkan ke panwaslu kecamatan masing-masing. “Tidak ada BB yang kami bawa ke markas. Semua diamankan di sana (kantor panwaslu kecamatan),” tegasnya.

Hal tersebut diamini oleh Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Kediri Sukari. Lebih lanjut, ia menjelaskan, APK yang diamankan tersebut tidak akan dimusnahkan. Bahkan, pihaknya mempersilakan partai politik (parpol) bila  ingin mengambilnya.

“Bisa diambil lagi dengan membuat berita acaranya,” ujarnya saat dihubungi oleh Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon kemarin sore.

Berdasarkan keterangannya, Jumat (9/11) lalu pihaknya sudah menyurati para pengurus parpol. Sebagai pemberitahuan agar menertibkan sendiri APK yang menyalahi aturan dalam waktu 1 x 24 jam. Sayangnya, ada beberapa APK yang tak kunjung ditertibkan sendiri oleh pihak parpol.

Karena itulah pihak Bawaslu kemudian berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Kediri. Selanjutnya mereka mengambil tindakan penertiban tersebut. Pasalnya, dalam peraturannya untuk pembersihan hanya bisa dilakukan oleh Satpol PP. Sedangkan untuk titik mana saja yang dianggap melanggar, Bawaslu yang menunjukkan.

Terkait pemberian sanksi, Sukari mengaku tidak ada. Baik  itu terhadap parpol, caleg, atau pihak ketiga yang melakukan pemasangan tersebut. “Karena hanya melanggar di tempat yang tidak semestinya saja. Solusinya ya dilepas oleh Bawaslu dan Satpol PP,” imbuhnya.

Menurut keterangannya, pihak parpol sendiri masih ada waktu untuk melakukan pemasangan APK. Meskipun begitu, ia mengimbau pihak parpol agar memenuhi aturan pemasangan yang telah berlaku. “Harapannya tidak ada lagi yang menyalahi aturan lagi,” harapnya. 

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia