Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik
Pilkades Kediri

DPMPD: Wajar Petahana Kalah

Botoh Jadi Penentu?

10 November 2018, 14: 26: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades di Kediri

Pilkades di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

   KEDIRI KABUPATEN- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2018 telah usai. Hasilnya pun sudah diketahui Rabu sore (7/11). Dan, dari 28 petahana yang maju lagi, tidak semuanya bisa menang. Hanya 21 yang kembali menjadi kades.

Menyikapi tujuh petahana yang kalah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri menganggapnya wajar. “Biasa saja, tidak ada masalah. Hal yang wajar itu,” ujar Kepala DPMPD Satirin.

Menurutnya, penyebabnya juga beragam. Bisa jadi strategi dari sang penantang lebih bagus. Di lapangan sendiri faktanya selisih suara petahana dengan lawannya tidak terlalu banyak.

Satirin juga mengakui ada kemungkinan botoh (pejudi) ikut bermain dalam kemenangan tersebut. Namun, dia belum mendapat laporan adanya botoh itu secara langsung. “Bisa-bisa saja. Tapi itu hanya sebatas prediksi saja,” tegasnya.

          Seperti yang diberitakan sebelumnya, masih ditemukan indikasi adanya botoh dalam pilkades. Ada salah satu kandidat yang sempat diunggulkan dalam bursa pilkades dengan selisih 750 suara dari lawannya. Namun, pada saat menjelang pemilihan bursanya berubah menjadi hanya 250 suara.

Menurut keterangan Satirin, ketujuh petahana yang kalah tersebut tidak ada yang melayangkan gugatan. Mereka menerima hasil yang didapat. Para pendukungnya juga dewasa. Tidak ada yang membuat kegaduhan. Hal yang layak disyukuri karena pilkades bisa berlangsung lancar dan damai. “Senangnya begini, mereka menyadari kalah ya sudah,” ugkapnya.

Lebih lanjut, para kandidat yang terpilih tersebut rencananya akan segera ditetapkan sebagai kades. Sebab, bila dihitung sesuai prosedur dapat dipastikan telah sah. “Kalau ada yang tidak puas ya silakan. Tapi Insya Allah kok puas semua,” imbuhnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap akan memproses hasil penghitungan suara yang telah ada. Setelah diproses dan dirapatkan kemudian para kades tersebut akan siap dilantik. “Setelah dikirim ke kami lewat camat, kami proses berkas-berkasnya. Lalu Desember akan kami lantik,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam pilkades di Kabupaten Kediri tidak diberikan ruang untuk mengajukan sengeta. Para kandidat yang kalah harus bisa menerima hasil itu.

Meskipun begitu, Satirin menambahkan, jika ada pihak yang merasa tidak puas tetap akan difasilitasi. Namun, hal tersebut tidak akan mengubah hasil yang telah ditetapkan pada saat penghitungan suara.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia