Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Belum Nikah, Sudah Satu Kamar di Kos

Kamis, 08 Nov 2018 16:35 | editor : Adi Nugroho

mesum di kos

DIDUGA MESUM: Petugas Satpol PP Kota Kediri meminta keterangan pasangan yang tepergok berduaan di kamar kos dini hari. (Satpol PP Kota Kediri For RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Satpol PP menjaring pasangan bukan suami istri diduga mesum di kamar kos, Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri, dini hari kemarin. Si pria, WWA, 25, warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren. Sedangkan yang perempuan, WH, 23, adalah mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Kediri. Dia berasal dari Kayenkidul, Kabupaten Kediri.

Kabid Tramtibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengungkapkan, sebelumnya telah menerima laporan masyarakat. Mereka resah dengan tamu laki-laki yang berkunjung ke kos cewek Dandangan itu hingga larut malam. Makanya, aparat penegak perda ini pun mengeceknya.

“Dini hari tadi (kemarin) sekitar pukul 00.00 WIB, anggota kami meluncur ke lokasi untuk pengecekan,” ujar Khamid.

Tiba di kos tersebut, satpol PP memeriksa total 11 kamar yang disewakan. Dari belasan kamar itu, Khamid menyatakan, ada satu kamar yang bermasalah. Kamar tersebut dihuni WH. Waktu diperiksa anggota regu 1 satpol PP, di dalam kamar mahasiswi ini ditemukan seorang laki-laki.

Pria berinisial WWA tersebut karyawan swasta. Memergoki pasangan berlainan jenis dalam satu kamar, petugas langsung menanyakan identitas dan surat keterangan menikah. Sejoli itu ternyata tidak memilikinya.

Makanya, HW dan WWA pun dibawa ke Mako Satpol PP di Jl Veteran, Kota Kediri. Di sana keduanya didata dan dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada petugas, mereka mengaku sudah lama menjalin hubungan asmara dan segera menikah. “Tetap saja, kalau belum ada ikatan sah dari agama atau negara, indikasinya nanti tindak asusila,” tegas Khamid.

Pasangan itu lalu diberikan pembinaan. Perbuatan mereka tidak dibenarkan dan melanggar Perda Nomor 01/2016 tentang Ketertiban Umum. Lalu keluarga dari masing-masing remaja tersebut dipanggil untuk menjemputnya.

Ketika keluarga mereka sampai di mako satpol PP, petugas memberikan masukan agar orang tua menjaga anaknya. Untuk selanjutnya, satpol PP tetap melakukan proses sesuai standard operating procedure (SOP). “Meski sudah berencana menikah, sebaiknya tidak tinggal dalam satu kamar dahulu,” tutur Khamid.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia