Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Pilkades di Kediri: Jangan Tergoda Politik Uang

Rabu, 07 Nov 2018 14:06 | editor : Adi Nugroho

pilkades kediri

TENANG: Aiptu Supaji (kanan) dan Sunarwan, mengamati bilik suara yang akan digunakan di Desa Baye. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak akan berlangsung besok (7/10). Otomotis, hari ini adalah masa tenang bagi desa-desa yang melangsungkan pemilihan. Saat masa tenang inilah dimanfaatkan oleh panitia untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pemilihan.

Salah satunya seperti yang berlangsung di Desa Baye, Kayenkidul. Di desa ini panitia menyiapkan kotak suara, bilik suara, meja, kursi, hingga tenda. Tempat pemilihan akan berlangsung di balai desa.

          “Fasilitas yang dibutuhkan sudah disiapkan semua oleh panitia. Besok (hari ini, Red) tinggal dimantapkan,” ujar Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Baye Aiptu Supaji.

          Surat undangan untuk para pemilih juga telah dibagikan. Di Desa Baye jumlah warga yang punya hak pilih sebanyak 2.184 orang. Mayoritas berusia 30 tahun ke atas.

          Meskipun memiliki tiga calon dalam pilkades kali ini, kondisi sosial masyarakat masih kondusif. Tidak ada gesekan, sentiment, atau bahkan benturan yang terjadi antarcalon dan pendukungnya. “Alhamdulillah, di sini relatif kondusif,” akunya.

          Padahal, ketiga kontestan tersebut adalah sosok yang dipandang di Desa Baye. Ketiganya pun sudah berpengalaman dalam seluk-beluk pemerintahan di sana. Satu kontestan adalah petahana, satunya mantan kades, dan satunya lagi adalah mantan sekretaris desa.

          Karena memiliki nama besar di Desa Baye, ketiganya pun memiliki pendukung masing-masing. Menurut keterangan Linmas Desa Baye Sunarwan, ketiganya pun memiliki pendukung yang sama banyaknya.

          Ia juga sependapat dengan Bhabinkamtibmas desanya bahwa meskipun terbagi menjadi tiga kubu, warganya tetap kondusif. “Tidak ada gesekan yang terjadi meski terlihat jelas pendukung masing-masing kubu,” ungkap Sunarwan.

          Apakah ada politik uang atau praktik bagi-bagi sembako? Sunarwan menyangkalnya. Ia pun berharap warga memilih kades yang terbaik. Tanpa embel- embel uang dan semacamnya. “Kalau awalnya sudah kotor, akhirnya pun juga kotor,” sindirnya.

          Untuk diketahui, Ada 32 desa dari 18 kecamatan yang dipastikan mengikuti gelaran pilkades tahun ini. Masing-masing desa memiliki calon kades yang berbeda-beda. Namun mayoritas calon kades berjumlah dua orang peserta. Paling banyak calon kades yang tercatat hanya berjumlah 5 peserta.

          Desa dengan calon kades terbanyak adalah Gedangsewu, Pare. Di sana, akan bertarung lima orang calon kades. Selain di Gedangsewu, di Desa Lamong, Kecamatan Badas pun juga memiliki lima orang calon kades. Sedangkan di Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan memiliki empat orang calon kades.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia