Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Semua Akan Surati Pusat

Rabu, 07 Nov 2018 14:03 | editor : Adi Nugroho

cpns kediri

LOLOS ATAU TIDAK?: Peserta tes CPNS Kediri. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Hampir semua daerah yang menggelar ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) minim peserta lolos passing grade. Hal itu menyebabkan kebingungan tersendiri bagi pemda masing-masing. Karena itu, kemarin kepala badan kepegawaian daerah (BKD) mengadakan rapat bersama.

          Rapat antara kepala BKD di Jawa Timur tersebut dilaksanakan dengan badan kepegawaian negara (BKN) Kanreg Surabaya. Rapat tersebut membahas kaitan minimnya jumlah peserta yang lolos dan tingginya passing grade.

          “Intinya, semua pemda akan membuat surat yang sama seperti yang kita lakukan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Lebih lanjut, surat yang dimaksud tersebut adalah usulan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Di dalamnya, surat tersebut selain melaporkan pelaksanaan ujian SKD juga menyampaikan keresahan akan minimnya peserta yang lolos.

Di Kabupaten Kediri sediri dari 3.726 yang mengikuti ujian SKD hanya 266 orang saja yang dapat melampaui passing grade. Sedangkan sisanya tidak bisa memenuhi. Meskipun ada beberapa yang nilai totalnya juga relatif tinggi.

Menurutnya, hal tersebut akan berdampak pada kekosongan formasi yang disediakan. Sebelumnya pemkab membuka lowongan untuk 490 formasi. Sedangkan kemungkinan formasi terisi hanya 128. “Artinya bakal ada 362 formasi yang terancam kosong,” bebernya.

Sementara itu, ujian SKD untuk Kabupaten Mojokerto pun tidak jauh beda. Dari 325 peserta per sesi yang lolos rata-rata delapan orang saja. Hal serupa dengan Kabupaten Jombang. Tingkat keberhasilan peserta sangat kecil.

Terkait tingkat kelulusan peserta, Kepala BKD Kabupaten Jombang Muntholip tampaknya juga tak yakin bisa mendapatkan banyak rekrutan. Pasalnya, dalam setiap sesi ujian SKD, hanya ada 10 – 15 peserta yang melampaui passing grade. “Tidak tahu ini bisa (lulus passing ragde) sekitar 200-an atau tidak,” akunya.

Ia pun sependapat dengan Kediri Sukadi yang menilai passing grade terlalu tinggi. Bahkan, ia sering menemukan peserta yang total nilai SKD lebih dari 300 tapi gagal di salah satu kategori tes. Oleh karena itu, Muntholip pun berencana mengirimkan surat usulan ke Menpan-RB.

Untuk diketahui, Kota Mojokerto telah menyelesaikan tahapan SKD pada kemarin (5/11). Ujian SKD untuk Kota Mojokerto sendiri dilakukan dalam dua hari, yaitu pada Minggu dan Senin kemarin.

Selanjutnya, giliran Kabupaten Nganjuk yang akan melaksanakan tes SKD di basement simpang lima Gumul (SLG). Dijadwalkan, Kabupaten Nganjuk akan memakan waktu tiga hari. Yaitu, mulai hari ini hingga Kamis (8/11) lusa.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia