Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satpol PP Kediri Jaring Mahasiswi dan Karyawan yang Berduaan di Kos

Rabu, 07 Nov 2018 13:03 | editor : Adi Nugroho

satpol pp

PEMBINAAN: Petugas satpol PP beri pengarahan pada pasangan bukan suami istri yang berduaan di kamar kos Jalan Flamboyan, Kelurahan Ngampel, Mojororoto. (Satpol PP Kota Kediri For RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Satpol PP Kota Kediri menggerebek pasangan diduga mesum di kamar kos, Jalan Flamboyan, Kelurahan Ngampel, Mojororoto, kemarin. Sejoli bukan suami istri itu adalah TW, 26, mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Kediri, dan AP, 40, karyawan asal Seyegan, Sleman.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengatakan, sebelumnya telah menerima pengaduan masyarakat. Mereka resah lantaran mengetahui TW yang kos di kawasan permukiman itu kerap menerima tamu laki-laki di kamarnya.

Informasi yang diterima satpol PP, warga telah mengamati selama tiga hari. Tamu pria TW itu bahkan menginap. “Kami segera tindaklanjuti. Sekitar pukul 10.00 anggota langsung menuju lokasi,” ujar Nur Khamid.

Tiba di rumah kos tersebut, satpol PP langsung mengecek kamar TW. Mereka mendapati pintu kamar terkunci. Setelah diketuk, TW keluar. Di dalam ternyata juga ada AP, tamunya. Ketika ditanya statusnya, perempuan asal Mojowarno, Jombang ini mengaku, sudah menikah dengan AP.

Namun ketika diperiksa kartu tanda penduduk (KTP)-nya, alamat berbeda. Keduanya pun tak bisa membuktikan telah menikah. Karena itu, AP dan TW pun dibawa ke mako satpol PP, Jalan Veteran, Kota Kediri.

Setelah diperiksa di sana, AP akhirnya mengaku, tidak menikah dengan TW. Dia berada di Kota Kediri untuk bekerja. Sedangkan TW mengaku sebagai mahasiswi di satu universitas di Kediri. “Keduanya mengaku belum menikah,” ujar Khamid.

Selanjutnya, petugas menghubungi keluarga AP dan TW untuk menjemputnya. Khamid menuturkan, pihaknya juga memberikan pembinaan dan pengarahan pada kedua orang tersebut.

Atas kejadian tersebut, Khamid menambahkan, satpol PP juga akan memanggil pemilik kos untuk dimintai keterangan. Ini terkait perizinan atas usaha mendirikan kos tersebut. Sebab, menurut warga yang melapor, pasangan tanpa ikatan pernikahan tersebut sering keluar masuk kos pada malam hari.

“Jika terbukti melakukan pembiaran yang mengarah ke tindak asusila akan kami tindak tegas,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia