Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Sehari 16 Ribu Liter

Dropping Air Berlangsung selama Warga Butuh

Selasa, 06 Nov 2018 17:34 | editor : Adi Nugroho

TETAP CERIA: Bocah-bocah Dusun Tawangsari, Desa Bobang, bermain di truk tangki milik BPBD saat petugas menyalurkan air di tempat itu kemarin.

TETAP CERIA: Bocah-bocah Dusun Tawangsari, Desa Bobang, bermain di truk tangki milik BPBD saat petugas menyalurkan air di tempat itu kemarin. (ANDHIKA ATTAR - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN - Ratusan warga Dusun Tawangsari, Desa Bobang, Semen tak lagi bingung mendapatkan air bersih. Kemarin, Pemkab Kediri mengirimkan satu armada untuk dropping air.

“Tadi (kemarin, Red) pagi kami dapat laporan dari camat setempat. Dan langsung kami respon,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung mengambil tindakan. Satu mobil tangki air meluncur untuk melakukan dropping. Sekitar pukul 11.20 WIB, personel pun meluncur menuju lokasi.

Setelah melakukan pendataan bersama Kades Bobang Yatirin dan perangkat desa lain, tim mulai melakukan pemetaan. Pasalnya, personel di lapangan perlu menghitung kebutuhan air warga.

Dropping air di Desa Bobang tersebut juga tidak diberi jangka waktu. Sama seperti dropping air yang dilakukan personel di Desa Sepawon, Plosoklaten. Tidak ada penetapan masa tanggap darurat. “Dropping akan terus kami lakukan selama warga di sana membutuhkan,” aku Randy.

Untuk pengisian tangki air, personel di lapangan mengaku mengambil dari Pendapa Kabupaten Kediri. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Kediri pun harus bolak-balik untuk mengisi dan melakukan dropping.

Menurut keterangan yang diberikan perangkat desa setempat, ada 303 kepala keluarga (KK) yang berada di Dusun Tawangsari. Sementara untuk Dusun Bobang memiliki jumlah yang lebih banyak. Yaitu 435 KK.

Berdasarkan data tersebut, Komandan URC BPBD Kabupaten Kediri Windoko akhirnya bisa menghitung dan menetapkan mekanisme dropping. “Dalam sehari, kami perkirakan akan dropping sebanyak empat tangki,” ujarnya.

Itu artinya, dalam sehari ada sekitar 16 ribu liter air yang disalurkan kepada warga. Untuk dropping kemarin, tim memang memfokuskan mendistribusikannya di Dusun Tawangsari.

Lebih lanjut, setelah melakukan dropping air di Dusun Tawangsari, personel akan melanjutkan di Dusun Bobang. Menurut keterangan Windoko, setiap KK akan dijatah air bersih sebanyak sekitar 60 liter.

Sama seperti dropping air yang dilakukan BPBD sebelum-sebelumnya, tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan oleh warga. “Kami tegaskan, dropping air ini gratis. Jika ada anggota saya yang memungut biaya, laporkan saja,” tegasnya.

Untuk diketahui, mayoritas warga di Desa Bobang mengandalkan sumur bor untuk mendapatkan air bersih. Entah itu sumur bor untuk pompa air atau sumur tradisional. Rata-rata sumur di sana yang kering diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 25 meter. Namun, kemarau ini membuat sumur-sumur warga mengering. Mereka pun kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Sebelum ada dropping air oleh BPBD Kabupaten Kediri, warga mengeluh kesulitan untuk mencari air bersih. Mereka harus rela mengeluarkan biaya yang lebih dari biasanya untuk membeli air galon. 

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia