Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Ikut Tes CPNS sambil Berwisata

Senin, 05 Nov 2018 19:19 | editor : Adi Nugroho

cpns

MENARIK: Seorang peserta tes CPNS dari Mojokerto melintas di dekat monumen SLG usai mengikuti tes SKD. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Sambil menyelam minum air. Sembari ikut tes seleksi kompetensi dasar (SKD), peserta tes CPNS memanfaatkannya untuk berwisata. Senyampang lokasi tes berlangsung di basement Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Destinasi wisata paling populer di Kabupaten Kediri.

Terutama mereka yang berasal dari luar kota. Setelah mengikuti tes yang membutuhkan kekuatan mental dan melelahkan pikiran itu, mereka memanfaatkan untuk menikmati suasana di SLG.

Seperti yang diakui oleh Imania, asal Kota Mojokerto. Ketegangannya berkutat dengan serangkaian soal sedikit hilang karena lokasi tes di tempat wisata. Apalagi kemarin dia mengaku bisa mengerjakan soal dengan lancar.

Saat tes kemarin Nia diantar keluarga. Termasuk suami dan putrinya. Sesaat setelah melakukan tes, Nia dan keluarga langsung pergi ke Monumen SLG. Mereka berfoto bersama.

Kondisi yang nyaman ini juga disampaikan oleh sang suami, Feri Fadin. Selama menunggu istrinya melakukan tes Feri merasa nyaman. Sambil menunggu dia bisa menyempatkan diri berwisata.

“Tempatnya bagus dan strategis. Ada taman dan tempat bermain anak juga,” pujinya.

Feri mengatakan, sejak awal dia dan keluarganya berniat jalan-jalan di SLG usai tes. Setidaknya hal tersebut untuk kenang-kenangan dari Kediri. Menurutnya, wisata di Monumen SLG ini tidak sekadar hiburan. Tapi juga sarana edukasi anak kecil.

Hanya, ada satu hal yang membuatnya bingung. Yakni penunjuk arah ke lokasi tes dan parkir. Ketika berangkat dia harus berputar-putar dahulu di kawasan SLG. Karena papan penunjuknya sebagian ada yang hilang dan tidak beraturan karena terkena angin.

Agus Subagio, pengantar peserta lain, menyampaikan bahwa tempat tes CPNS seperti ini sangatlah menarik. Suasana yang bagus membuat pengantar tidak jenuh.

“Toilet dan musala juga mudah dijangkau. Jadi tidak perlu jauh-jauh keluar dari tempat tes,” sahutnya.

Saat ditemui wartawan koran ini, warga asal Mojosari, Mojokerto itu sedang berada di taman di median bahu. Dia berteduh di bawah pohon sawit. Bersantai dengan pengantar lain. Dia menyebut sudah kedua kalinya datang ke Kediri. Yang pertama saat survei lokasi tes.

“Alhamdulillah istri saya tidak mengalami kendala. Bahkan saya sebagai pengantar bisa menunggu sambil piknik,” cetusnya.

Sementara Martiah, yang mengantarkan putrinya mengatakan bahwa transportasi di Kediri lengkap. Meskipun baru pertama kali, kemarin dia tidak mengalami kesulitan untuk menuju ke lokasi tes.

“Saya naik bus dari Mojokerto jam 5. Perjalanan dua jam. Kalau naik motor takut kesasar,” akunya.

Sementara itu, kemarin adalah jadwal SKD CPNS dari Kota Mojokerto. Kabid Pengangkatan, Pemberhentian dan Mutasi Pegawai BKD Kota Mojokerto Fudi Harjanto menyampaikan bahwa ada 2.750 peserta tes SKD dari wilayahnya. Dalam satu hari tes ada empat sesi. Setiap sesi diikuti 350 peserta.

Selama tes hari pertama kemarin Fudi menyebut tidak ada kendala. Bahkan untuk peserta yang telat juga tak ada. “Tapi kalau yang tidak hadir ada. Jumlahnya sedikit. Satu sesi antara 8-10 peserta,” jelasnya. Menurut Fudi, lokasi tes di Kabupaten Kediri ini cukup baik dan sangat memadai. Dari peserta pun juga tidak ada yang protes.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia