Rabu, 21 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Toko Variasi di Mrican Terbakar! Suara Ledakan lalu Asap Mengepul

Sabtu, 03 Nov 2018 13:49 | editor : Adi Nugroho

kebakaran di mrican

SULIT: Anggota PMK berusaha keras memadamkan api yang membakar toko variasi di Mrican. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Suara ledakan di siang bolong mengagetkan warga Jalan Sersan Bahrun. Terutama yang berada di dekat gapura pintu masuk Kota Kediri di Mrican, Mojoroto. Setelah itu, asap hitam pekat menyusul. Membumbung ke angkasa. Bau hangus juga mengikuti.

Warga pun berbondong-bondong mendatangi asal ledakan. Yaitu toko variasi mobil ‘Star Variasi’. Toko milik Edy Syamsodin itu terbakar hebat. Tepat setelah masjid di sekitar lokasi itu usai melaksanakan salat Jumat.

“Mundur-mundur, jangan terlalu dekat,” teriak seorang polisi dari Polsek Mojoroto mengingatkan warga agar mundur. Menjauh dari lokasi kebakaran.

Tak berapa lama, mobil pemadam kebakaran milik PMK Kota Kediri datang. Mereka langsung berusaha memadamkan kobaran api yang menjilat-jilat. Agar api segera padam, polisi juga mendatangkan mobil water cannon milik mereka.

Sayang, upaya cepat itu belum cukup. Api sudah telanjur merajalela. Melalap toko variasi itu hingga nyaris ludes. Kerugian pun diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah.

“Jangan tanya kerugiannya dulu. Ini masih proses pemadaman,” elak Edy, sang pemilik, saat beberapa pewarta menanyakan soal itu. Wajah Edy tampak kusut.

Memang, si jago merah seperti mengamuk siang itu. Melalap semua peralatan yang ada di toko. Mulai audio mobil, kaca film, cover jock, accessoris, dan bebarang lainnya. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Warga tahu kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB. Suadar ledakan bertepatan bubarnya jamaah salat Jumat di masjid setempat. “Saat itu toko sedang sepi. Hanya ada satu karyawan wanita,” kata Giono, warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

Karyawan wanita itu diketahui bernama Yulia. Dia sempat pingsan saat kejadian berlangsung. Setelah sempat berteriak minta tolong. Ketika hendak ditanya wartawan, Edy menghalangi. Takut lebih shock. Apalagi menurut Edy karyawannya itu juga tengah hamil.

Besarnya kobaran api membuat anggota PMK kesulitan. Mobil PMK dan water canon harus bolak-balik hingga tiga kali. Mengisi kembali tangki airnya. Bahkan, petugas PMK ada yang nyaris tertimpa reruntuhan atap.

“Api masih belum diketahui berasal dari mana. Ini masih dalam proses penyelidikan,” terang Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi saat dihubungi kemarin.

Kapolsek Mojoroto AKP Sartana, yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan sekitar pukul 13.00 api semakin membesar. “Untuk memadamkan api, petugas membutuhkan waktu dua jam lebih,” jelasnya.

Meski api sudah terlihat padam, petugas masih melakukan pembasahan. Agar tidak muncul kembali titik api yang baru.”Untuk perkiraan berapa kerugian, masih belum dapat diketahui,” imbuh Sartana.

Untuk sementara sejumlah saksi dan juga pemilik bengkel masih dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Kediri Kota. “Agar petugas bisa tahu lebih jelas kronologis kejadian, mereka semua dipanggil untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia