Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Tes CPNS Kediri: Daerah Lain Juga Jeblok

Bidan Terampil Paling Banyak Lolos

Sabtu, 03 Nov 2018 13:42 | editor : Adi Nugroho

cpns

LOLOS ATAU TIDAK?: Peserta tes CPNS Kediri. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

          KEDIRI KABUPATEN - Tingkat kelulusan seleksi kompetensi dasar (SKD) dalam tes CPNS kali ini sepertinya memang jelek. Tak hanya di Kabupaten Kediri saja. Hampir di setiap daerah yang menggelar juga mendapati hasil serupa.

          “Di tingkat provinsi saja hanya sekitar dua persen,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi, kemarin.

          Untuk tes CPNS Provinsi Jatim itu, hanya 18 orang yang lolos passing grade. Padahal pesertanya 1.000 orang!

          Demikian pula Kabupaten Mojokerto yang menyelesaikan tahapan SKD Rabu (31/10) di basement Monumen SLG. Dari 325 peserta per sesi yang lolos rata-rata delapan orang saja! Hal serupa dengan Kabupaten Jombang. Tingkat keberhasilan peserta sangat kecil. “Sama, persentasenya juga kecil. Sekitar 5 persen,” bebernya.

          Fenomena ini semakin menguatkan indikasi bahwa passing grade terlalu tinggi. Juga soal yang dibuat terlalu sulit. Sukadi menolak bila disebut kompetensi peserta yang kurang. Menurutnya, jika hanya terjadi pada satu-dua daerah saja masih mungkin karena peserta kurang kompeten. Sayangnya, hampir di setiap daerah yang menggelar tes SKD juga mengalaminya. “Di Gresik, Surabaya, Malang, dan bahkan tingkat provinsi merasakan yang sama,” imbuhnya.

          Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Krisna Setiawan. Ia menyayangkan banyaknya peserta yang gagal karena passing grade yang tinggi. Akibatnya membuat banyak formasi yang seharusnya bisa terisi menjadi kosong.

          Ia menilai bahwa kompetensi yang dimiliki pelamar juga relatif tinggi. Bahkan, Pemkab Kediri pun sudah menerapkan standardisasi dalam proses pendaftaran peserta. “Pemkab kan juga sudah mensyaratkan batas minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) kepada peserta,” ungkap Krisna.

          Peserta yang memenuhi batas IPK tersebut juga berasal dari universitas bergengsi. Ia menilai peserta yang bisa mendapatkan IPK tersebut pasti berkompeten.

          Sementara itu, formasi bidan terampil di Kabupaten Kediri memiliki jumlah yang cukup tinggi. Setidaknya jika dibanding formasi lain. Ada 116 peserta yang bisa melampaui passing grade.

Untuk formasi itu, ada dua instansi yang membuka. Yaitu RSUD Pare dan SLG.       Di RSUD Pare membuka 4 lowongan. Sementara di RSUD SLG membuka 13 formasi. Sedangkan mereka yang lolos SKD masing-masing 28 orang untuk RSUD Pare dan 88 peserta untuk RSUD SLG.

Sesuai aturan, mereka yang berhak ikut seleksi kompetensi bidang (SKB) jumlahnya hanya tiga kali kebutuhan. Artinya, untuk formasi bidan di RSUD Pare hanya 12 orang saja yang maju ke SKB. Sedangkan yang di RSUD SLG hanya 39.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia