Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Bisa Kosong 362 Formasi, Pemkab Kediri Surati Menpan-RB

Jumat, 02 Nov 2018 18:40 | editor : Adi Nugroho

Bisa Kosong 362 Formasi, Pemkab Kediri Surati Menpan-RB

KEDIRI KABUPATEN - Dampak dari banyaknya peserta tes CPNS yang gagal dalam ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) sangat besar. Akan banyak formasi yang tidak terisi. Jumlahnya bisa mencapai 362 formasi.

          Menyikapi banyaknya kekosongan formasi tersebut, Pemkab Kediri pun langsung mengambil sikap. Mereka melayangkan surat ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) kemarin (1/11).

“Pada dasarnya surat tersebut berisi laporan dari kami terkait pelaksanaan ujian SKD,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Krisna Setiawan kepada Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon tadi malam.

Secara normatif, Pemkab Kediri ingin melaporkan bahwa mereka telah melaksanakan ujian SKD. Namun di surat tersebut juga berisi laporan hasil ujian SKD. Yang menyinggung jumlah peserta lolos. Juga laporan data formasi yang terisi maupun kosong. Mereka berharap surat tersebut jadi referensi bagi Menpan-RB.

Berdasarkan hasil ujian, sangat sedikit peserta yang lolos passing grade. Total, ada 3.726 yang mengikuti ujian SKD. Namun, hanya 266 orang saja yang dapat melampaui passing grade.

Menurutnya, hal tersebut akan berdampak pada kekosongan formasi yang disediakan. Sebelumnya pemkab membuka lowongan untuk 490 formasi. Sedangkan kemungkinan formasi terisi hanya 128. Artinya, bakal ada 362 formasi yang terancam kosong.

Masih menurut Krisna, kebutuhan aparatur di Kabupaten Kediri sangat tinggi. Hampir di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kekurangan. Oleh karenanya, ia berharap rekrutmen ini dapat memenuhi formasi yang dibutuhkan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sukadi juga menyampaikan hal serupa. “Ini semua untuk kepentingan masyarakat dan Pemkab juga,” ujarnya.

Di dalam surat tersebut juga ada usulan yang dilayangkan kepada Menpan-RB. Yaitu untuk formasi yang kosong atau tidak terisi diharapkan bisa dilakukan sistem ranking. Jumlah ranking yang diambil adalah tiga kali jumlah formasi yang dibutuhkan. Selanjutnya, yang memenuhi ranking tersebut bisa mengikuti ujian seleksi kompetensi bidang (SKB).“Khusus untuk formasi yang benar-benar kosong atau tidak terisi,” tegas Sukadi.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia