Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Sumur Puluhan Warga Kelurahan Pojok Mulai Kering

Jumat, 02 Nov 2018 18:30 | editor : Adi Nugroho

sumber kering

CARI AIR: Sukarlis menenteng ember air usai mengisinya di kran tetangganya. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Kemarau panjang mulai berdampak. Puluhan keluarga dari empat RT di Kelurahan Pojok, Mojoroto kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab, debit air sumur yang mereka gunakan mulai mengecil. Bahkan sudah tak mengalirkan air.

Dari informasi yang didapat koran ini, sumur yang mulai kering ada di RT 1, 2, 3, dan 6 RW 01 Kelurahan Pojok. Sukarlis, warga Gang Pojok 2 mengatakan bahwa tanda-tanda sumurnya mulai kering sejak dua bulan yang lalu. Awalnya ia merasakan kecilnya volume air yang mengalir dari kran. “Sekarang air dari sumur tidak bisa naik lagi,” keluh Arlis kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Akibatnya, perempuan 40 tahun itu setiap hari harus mengambil air dari tetangganya yang menggunakan sumur bor. Dalam sehari dia bisa meminta air ke tetangganya itu sebanyak empat kali. Untuk keperlian memasak dan mencuci. Sedangkan bila mandi, dia mengaku menumpang di kerabatnya yang ada di kelurahan lain.

“Kalau tetangga saya airnya kadang mengalir kadang tidak,” sahutnya.

Arlis menyampaikan, selama ini tetangganya yang bernasib sama banyak memilih untuk berlangganan PDAM. Sementara dia dan sejumlah tetangganya tidak melakukan hal tersebut. Penyebabnya dia enggan menambah beban pengeluaran keluarganya setiap bulannya.

Sugeng, warga lain, menyebut alternatif mengatasi sumur kering itu adalah menambah panjang pipa yang ke dalam tanah. Namun itu juga harus mengganti mesin pompa air. “Kalau hanya ditambah paralon mungkin bertahan satu dua hari. Setelah itu biasanya macet lagi karena mesin tidak kuat menyedot air,” jelasnya.

Biaya untuk itu dianggap mahal oleh sebagian warga. Mencapai Rp 2 juta. Karena itu, warga yang mengalami sumur kering memilih menunggu musim hujan.

Selain meminta tetangga, mereka juga memanfaatkan air di musala. Terutama untuk mandi dan keperluan sehari-hari. Selain airnya tidak kering, juga didukung adanya tandon.  “Mesin pompa di musala kapasitasnya juga besar,” tegas Sugeng.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno membenarkan di Kelurahan Pojok mulai merasakan kekeringan. Potensi kekeringan di daerah lereng Gunung Klotok itu memang tinggi.

“Tapi sampai hari ini (kemarin, Red) air masih ada. Walau volumenya berkurang,” jelasnya.

Menurut Adi, wilayah Kediri kemungkinan hujan di pertengahan bulan ini. Setidaknya bila mendasarkan pada perkiraan BMKG Karangploso, Kabupaten Malang.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia