Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Pasar Setonobetek: Pedagang Mulai Bersedia Pindah ke Lantai 2

Kamis, 01 Nov 2018 11:10 | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

MENAWAR: Ali melayani pembeli yang menawar barang dagangannya. Kondisi lantai 2 Setonobetek mulai ramai. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Situasi di lantai 2 Blok A Pasar Setonobetek mulai menunjukkan perkembangan. Selain jumlah pedagang yang terus bertambah, para pembeli juga mulai menyambangi lantai tersebut. Padahal, sebelumnya ketakutan utama para pedagang adalah lantai 2 jarang didatangi pembeli.

Golongan pedagang yang semuanya telah menempati lantai dua adalah gerabah, abrakan, pakaian bekas, dan mainan anak. Sementara untuk pedagang dari golongan lain seperti plastik, jajan pasar, dan kerupuk, belum sepenuhnya berjualan. Hanya satu dua pedagang kelompok itu yang tampak beraktivitas di sana.

Sebelumnya, tak ada warung yang berjualan di lantai 2. Namun kemarin sudah mulai ada yang menjalankan aktivitasnya. Meski masih satu warung yang buka.

“Alhamdulillah hari ini lumayan, meskipun harus naik-turun tangga mengantar pesanan,” kata Purnomo, pemilik warung.

Purnomo baru membuka lapak warung makanan dan kopi mulai kemarin. Sebelumnya dia hanya melakukan renovasi kecil pada losnya. Berupa penambahan lemari penyimpanan barang dan pelebaran meja. Purnomo mengawali berjualan untuk memotivasi pedagang lain agar segera menempati lapak yang telah ada.

Di sisi lain, Purnomo masih mengalami kendala ketika berjualan. Masalahnya tetap di pembuangan limbah dan juga instalasi listrik ke setiap lapak penjual makanan.

“Nanti kalau sudah ada fasilitas pasti teman-teman juga segera ikut berjualan. Bahkan dalam waktu dekat rencana juga ada beberapa warung yang akan buka,” tandasnya.

Selama ini selain berada di lantai 2, soal fasilitas air dan saluran pembuangan menjadi keluhan pemilik warung. Mereka hanya difasilitasi toilet saja untuk keperluan cuci peralatan dapur. Sehingga sejumlah pedagang memilih untuk berjualan di bawah. Di los yang belum ditempati.

Namun, di bawah mereka dibatasi tidak boleh membawa kompor. Hal ini lantaran banyak barang kering yang mudah terbakar.

Sementara,  koordinator pedagang gerabah Ali Mashar menyampaikan bahwa total pedagang gerabah ada 13 orang.  Semuanya sudah naik ke lantai 2. Namun yang aktif buka kemarin masih tujuh pedagang.

Menurutnya, kunci utama agar lantai dua bisa ramai adalah di kekompakkan pedagang. “Yang penting pedagang kompak dan berada di atas semua pasti bisa jadi jujukan pembeli,” tegasnya.

Ali sendiri sudah buka sejak hari pertama. Kondisi lantai dua yang sepi tidak dihiraukannya. Terbukti omset Ali akhir-akhir ini bisa mencapai Rp 800 ribu per hari.

“Meskipun hari-hari pertama sepi Alhamdulillah minggu ini sedikit demi sedikit pengunjung semakin meningkat,” tandasnya.

Ali, seorang pembeli, menyampaikan hal positifnya kepada pedagang di lantai dua. Menurutnya pembeli akan tetap mau ke atas selagi mereka membutuhkan barang yang dicari. Sekalipun letaknya di ujung paling belakang.

“Saya sebagai pembeli merasa nyaman, Pasar Betek ada kemajuan. Kalau dilihat lebih enak karena bersih dan tertata,” sebutnya.

Kepala PD Pasar Jayabaya Kota Kediri M. Yazin menyampaikan bahwa sudah memiliki rencana pembenahan lantai atas. Baik itu renovasi pembuangan limbah dapur penjual nasi maupun terkait listrik. Namun untuk kepastian kapan itu direalisasikan dia belum bisa memberi keterangan.

“Kemarin sudah saya perintahkan kepada petugas, pedagang harap bersabar dulu,” pungkas Yazin.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia