Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Events
Pengelolaan Sampah Dinas LH Kabupaten Nganjuk

Kunjungi TPA dan TPST, Bupati Beri Apresiasi

Rabu, 31 Oct 2018 13:59 | editor : Adi Nugroho

tpa bupati novi

CEK LANGSUNG: Bupati Novi dan Wabup Marhaen Djumadi saat mengunjungi TPA Kedungdowo. (SYAHRUL ANDRY - RadarKediri.JawaPos.com)

Sampah merupakan masalah pelik di setiap kota. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk punya trik jitu mengatasinya. Hasilnya, pengelolaan sampah tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat.

          Jumat (26/10) pagi lalu, Bupati Novi dan Wabup Marhaen Djumadi berkesempatan mengunjungi TPA Kedungdowo. Kunjungan juga diikuti Dandim 0810 Joko Wibowo, Plt Kepala DLH Kabupaten Nganjuk Nur Solekan dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

          Di TPA yang berada di utara Kota Nganjuk itu, rombongan melihat langsung kondisi tempat pembuangan akhir sampah. Termasuk, upaya pengolahan sampah menjadi gas metan. “Akan dikembangkan, dan dikemas dalam bentuk tabung, sebagai pengganti elpiji bagi masyarakat,” ujar bupati muda ini  

sampah nganjuk

SINERGI: Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat (tengah - topi merah) mengapresiasi pengelolaan sampah di TPA Kedungdowo. (SYAHRUL ANDRY - RadarKediri.JawaPos.com)

Tidak hanya memantau, bupati dan wabup juga menebar benih ikan lele di area TPA. Diharapkan, lele dapat dimanfaatkan pemuda karang taruna setempat. “Semoga dapat dikembangkan, dan menjadi tambahan pendapatan masyarakat,” sambungnya.

          Usai melihat TPA Kedungdowo, rombongan bertolak menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kartoharjo. Di sana, bupati melihat langsung proses pengelolaan sampah.

          Mulai tahap pemilahan, pencacahan botol plastik bekas, hingga melihat produk hasil olahan sampah yang dihasilkan. Seperti hiasan rumah hasil daur ulang sampah, pemilahan biji plastik, hingga kompos organik.

          Bahkan, orang nomor satu di Kota Angin itu juga menyerahkan kompos secara simbolis kepada masyarakat. “Produk kompos organik ini sudah terbukti menyuburkan tanaman pertanian warga,” katanya sembari menerangkan manfaat kompos dari sampah daun itu.

          Sementara itu, Plt Kepala DLH Kabupaten Nganjuk Nur Solekan menambahkan, kunjungan tersebut merupakan persiapan penilaian Adipura. Di mana, pengelolaan sampah termasuk pada poin penilaian.

          “Sampah merupakan masalah di setiap daerah. Sampah tidak harus langsung dibuang. Karena dapat dipilah dan kembali dimanfaatkan. Kita ajak masyarakat untuk memanfaatkan dan mengelola sampah. Harus 3R (reuse, reduce, recycle, Red),” bebernya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia