Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features

Desa-Desa Pemenang dalam Anugerah Desa 2018 (6)

Ubah Kebiasaan Tawuran jadi Kegiatan Positif

Rabu, 31 Oct 2018 13:33 | editor : Adi Nugroho

pancasila

PANCASILA: Kades Damam Hidayat mengetes pemuda yang hendak mengurus surat dengan menghafal Pancasila. (IQBAL SYAHRONI - RadarKediri.JawaPos.com)

Menjinakkan darah muda yang menggelora dan mudah tersulut emosi tentu bukan hal yang mudah. Namun, hal itu mampu dilakukan Pemerintahan Desa Sidomulyo. Pemenang kategori inovasi pembinaan anak muda.

IQBAL SYAHRONI

           “Pernah terjadi perkelahian antara pemuda desa dengan para peserta arak-arakan yang melewati Pasar Jabang,” kenang Kades Sidomulyo, Kecamatan Semen, Damam Hidayat, mengawali obrolan. Kejadian yang berlangsung dua atau tiga tahun silam itu akibat pemuda desa emosi setelah ada gesekan dengan peserta arak-arakan.

          Dari kejadian itu, Damam melihat bahwa pemuda desanya memiliki semangat yang masih berapi-api. Darah muda yang kental. Karena itu Damam berpikir alangkah baiknya bila semangat yang berapi-api itu disalurkan ke hal-hal lain yang positif.

          Namun, upaya itu tidaklah mudah. Pendekatan secara bertahap terus dilakukan. Pemdes tak bosan-bosan mengajak para warga dan instansi terkait untuk terus membina pemuda. Dengan salah satunya melakukan penyuluhan terkait bahaya narkoba. “Waktu itu bekerja sama dengan BNN Kabupaten Kediri,” terang Damam.

          Selain itu, peran pemdes dengan membangun dan meremajakan tempat olahraga di Desa Sidomulyo dianggap membantu penyaluran energi serta semangat dari para pemuda desa. “Setiap sore ada latihan voli. Juga sepak bola,” tambahnya.

          Keterangan Kades Damam itu diamini Ardinata, ketua Karang Taruna Tunas Muda Desa Sidomulyo. Dia menjelaskan bahwa peran pemdes sangat diapresiasi oleh para pemuda di desanya. Apa yang sudah diberikan kepada pemuda desa sangat membantu membangun karakter pemuda. “Pendekatan melalui penyuluhan dan pembinaan,” imbuhnya.

          Pria 22 tahun itu menjelaskan bahwa pemdes sangat mendukung untuk memunculkan inisiatif para pemuda. Khususnya ketika ingin mengadakan acara. Pemdes selalu memberi kemudahan izin pada kegiatan yang berasal dari ide para pemuda.

          Pemuda Desa Sidomulyo tergolong aktif. Setiap Agustusan misalnya, selalu digelar perenungan yang diikuti seluruh warga. Dan kegiatan itu diinisiasi oleh para pemudanya.

          Ardi, menjelaskan hingga saat ini tingkat kenakalan remaja berkurang drastis. Beberapa tahun yang lalu para remaja yang belum memiliki pekerjaan sering berbuat sekehendaknya. Namun, sekarang mereka sudah sadar dan bahkan sudah memiliki pekerjaan tetap.

          Sebenarnya, para pemuda di desanya jarang berkumpul. Sebab, mereka kebanyakan disibukkan oleh pekerjaan atau sekolahnya. Namun, hal itu tak mengurangi kekompakkan mereka. Rasa persaudaraan terjaga erat. Sebab, mereka juga merasa sebagai warga Negara Indonesia.

          Hal tersebut ia rasakan berdasarkan pemberlakuan penanaman rasa cinta tanah air sejak dini oleh pemdes. Para pemuda, yang awalnya acuh, ketika ingin membuat kartu tanda penduduk (KTP), diharuskan untuk menghafal lima sila Pancasila. “Harus jelas, lengkap, baru nanti ditandatangani suratnya oleh Pak Kades,” imbuh Ardi.

          Selain itu, Ardi juga menjelaskan bahwa pembelajaran agama dari para pemuda desa pun juga meningkat. Meski tidak disuruh, para pemuda desa sudah menyadari sendiri bahwa agama tidak bisa ditinggalkan.

          Terakhir, Ardi menjelaskan bahwa perhatian dan pembinaan dari pemdes membantu ia dan para pemuda desa lain untuk membangun karakter. Ia juga bangga dan tidak menyangka bahwa pembinaan pemuda desa mengantarkan Desa Sidomulyo meraih juara dalam Anugerah Desa 2018. “Semua berkat perhatian warga, pemdes, kades, juga keinginan para pemuda desa untuk berubah,” tuturnya.

Keakraban antara pemuda dengan pihak pemdes memang bisa ditunjukkan oleh para perangkatnya. Berbagai cara dilakukan pemdes. Seperti menggelar olahraga rutin bersama-sama. Diikuti oleh pemuda dan perangkat desa. “Kalau saya biasanya ikut bulu tangkis,” aku Damam.

          Selain pendekatan dalam bentuk olahraga, Damam juga menyebut peran aktif masyarakat desa. Yang melakukan pendekatan dengan mendukung acara yang diadakan oleh para pemuda desa. Damam menjelaskan, pembinaan terhadap pemuda desa dilakukan untuk mencegah tindakan kriminal dan penyakit masyarakat yang rentan menyerang mereka.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia