Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features

Desa-Desa Pemenang dalam Anugerah Desa 2018 (5)

KKS, Cara Karangtengah Beri Akses Kesehatan

Selasa, 30 Oct 2018 13:14 | editor : Adi Nugroho

desa karangtengah

SOSIAL: Aksi pengobatan gratis yang berlangsung tiap bulan di Desa Karangtengah. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Sukarmanto Wijaya tahu betul kondisi warga desanya. Terutama soal kebutuhan akan akses kesehatan. Apalagi dia sadar kebutuhan tersebut sangat vital bagi warganya.

ANDHIKA ATTAR

          Jangan menilai kualitas buku hanya dari sampulnya saja. Mungkin itulah ibarat yang tepat untuk menggambarkan sosok Kades Karangtengah, Kandangan, Sukarmanto Wijaya. Dengan kumis tebalnya, orang pasti segan ketika pertama kali mengenalnya. Namun, saat sudah mulai mengobrol dan tahu latar belakangnya, kesan tersebut pasti sirna. Banyak ide dan pemikiran cemerlang yang dihasilkannya.

kades karangtengah

UNTUK WARGA: Kades Sukarmanto menunjukkan plakat pemenang. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Sebagai orang nomor satu di Desa Karangtengah sepak terjangnya sudah tidak perlu dipertanyakan. Pun dengan komitmennya dalam mengabdi kepada warga.

Sukarmanto lama berkecimpung di berbagai kelembagaan desa. Ia tercatat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2001 hingga 2006. Ia juga pernah tergabung dalam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) pada 2009 hingga 2013 silam.

“Dari sana saya tahu seluk-beluk dan apa kebutuhan warga,” ujar ayah dua anak tersebut. Sejak masa-masa tersebut ia sudah mulai menyadari warganya kesulitannya mengakses fasilitas kesehatan.

Selang kemudian, Sukarmanto dipercaya menjadi kades. Tepatnya pada 2013. Ia pun mulai merumuskan idenya tersebut agar bisa terealisasi.

Dan, tahun lalu ia mencanangkan program pengobatan kepada warganya. Melalui Kartu Karangtengah Sehat (KKS) ia berusaha memberikan akses pengobatan. Kategorinya adalah warga kurang mampu yang tidak mempunyai atau tidak ter-cover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kami berikan pengobatan gratis. Setiap bulannya kami anggarkan Rp 1,5 juta untuk akses fasilitas kesehatan warga. Pemegang KKS sekarang sudah lebih dari seribu orang,” ungkap pria kelahiran 25 Januari 1968 tersebut.

Tidak berhenti di situ saja, ia juga mengontrak seorang asisten bidan untuk terus siaga di Polindes Karangtengah. Sukarmanto memanfaatkan dana desa untuk menggaji asisten bidan tersebut. Baginya, dana desa tidak melulu harus digunakan untuk bangunan fisik. Aspek non-fisik pun juga harus diperhatikan.

Latar belakang ia merekrut asisten bidan tersebut karena ia melihat bidan desa terkadang kewalahan harus melayani pengobatan warga desa sendirian. Atas persetujuan dan musyawarah dengan perangkat serta bidan desa setempat, diambilah keputusan untuk mengontrak seorang asisten bidan.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menyentuh kebutuhan warga secara langsung. Warga pun menjadi lebih mudah untuk mendapatkan akses kesehatan. Capaian keberhasilan program ini sendiri dinilai Sukarmanto sekitar 60 – 70 persen. “Setiap bulan kami juga ada pengobatan masal. Biasanya per tanggal 15,” bebernya.

Perhatian akan sektor kesehatan warga dibuktikannya dengan langkah nyata yang dapat dirasakan secara langsung. Setiap tahunnya saja, ia menganggarkan sekitar Rp 52 juta untuk akses kesehatan warga.

Program ini pun diikutkannya dalam lomba Anugerah Desa 2018. Sukarmanto sendiri tidak begitu yakin dengan langkahnya karena ia menilai lebih banyak desa lain yang mempunyai anggaran yang lebih besar darinya. “Sebenarnya coba-coba saja, iseng,” candanya.

Alhasil, pada saat diumumkan sebagai nominator desa inovatif dalam kategori kesehatan ia pun tidak menyangka. Terlebih saat dirinya dipanggil ke panggung untuk kedua kalinya karena berhasil menyabet gelar prestius tersebut. Kerja keras dan dedikasi Sukarmanto dalam mensejahterakan warganya diganjar dengan hadiah sebesar Rp 200 juta.

“Alhamdulillah, sama sekali tidak menyangka bisa menang,” ungkapnya. Lebih lanjut, Sukarmanto mengaku akan menggunakan dana tersebut untuk renovasi fasilitas olahraga dan kesehatan di Desa Karangtengah.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia