Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Tumpeng Raksasa dari 7.000 Tahu

Senin, 29 Oct 2018 17:09 | editor : Adi Nugroho

tahu banyakan

SEMARAK: Warga berdesakan saat panitia membagi-bagikan tahu dari tumpeng raksasa setinggi 3,5 meter dalam Festival Kampung Tahu di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN– Kerumunan warga mulai memenuhi lapangan Desa Sendang, Kecamatan Banyakan sejak pukul 14.00 (26/10). Mereka menantikan kemeriahan Festival Kampung Tahu sekaligus pembagian dari tumpeng tahu setinggi 3,5 meter.

Karena itu, remaja, dewasa hingga lansia rela antre bahkan berdesakan. Mereka mengerumuni sekeliling gunungan tahu yang diberi pembatas besi di lapangan desa. “Festival Kampung Tahu ini dilaksanakan satu hari ini (kemarin, Red). Produk tahu desa kami dibagi-bagikan pada masyarakat yang berkumpul di lokasi,” ungkap Muntaha Kamal, Kepala Desa (Kades) Sendang pada Jawa Pos Radar Kediri (26/10). 

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk terima kasih pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopumik) Kabupaten Kediri. Dinas inilah yang memberi pelatihan warga dalam mengolah tahu, baik tahu kuning maupun tahu putih.

Menurut Muntaha, gunungan tumpeng tahu yang dibuat langsung oleh warga bersama karang taruna setinggi 3,5 meter. Isinya sebanyak tujuh ribu tahu. Terdiri atas tahu kuning dan tahu putih yang sudah digoreng dan dikemas dalam plastik.

Pada puncak gunungan tahu terdapat bendera merah putih yang diikatkan pada tongkat sepanjang 1,5 meter. Muntaha berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pengusaha tahu di daerahnya. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Sehingga nantinya berdampak pada perekonomian warga sendiri. Lebih jauh, usaha warga tersebut dapat melakukan perekrutan karyawan dari warga yang belum memiliki pekerjaan,” papar kades ini.

Suasana festival mulai meriah dan warga saling berdesakan ketika Sekretaris Diskopumik Kabupaten Kediri Hadi Mulyo membuka secara resmi acara tersebut. Mereka berdesakan untuk mendapatkan tahu yang berada di gunungan tumpeng itu

Inez Ritmawati, salah satu anggota Karang Taruna Sendang yang terlibat pembuatan tumpeng tahu, mengungkapkan, persiapan pembuatan tumpeng tahu jumbo tersebut sampai satu minggu. Itu dimulai dari susun rangka gunungannya.

Untuk tahu yang tertempel di gunungan, diakui Inez, adalah tahu yang masih baru dimasak oleh pengusaha setempat. Wajar bila warga menyambut secara antusias festival yang baru kali pertama diadakan ini.

Bagi Inez, kegiatan ini secara tidak langsung ikut mengenalkan produk asli desa sekaligus membawa nama desa yang hanya memiliki satu dusun ini di Kabupaten Kediri. “Kegiatan ini sekaligus memunculkan semangat anak-anak muda untuk lebih produktif dalam melakukan kegiatan,” urainya.

Kegiatan inovasi UMKM ini diapresiasi oleh Camat Banyakan Hari Utomo. “Saya berterima kasih pada Kades Sendang, karena sudah berani melakukan inovasi untuk desanya,” jelasnya. 

Sebagai camat, Hari menjelaskan, berkeinginan mengagendakan festival tahu agar terlaksana di setiap tahunnya. Di sisi lain, kegiatan tersebut mampu memotivasi desa-desa yang ada di Kecamatan Banyakan agar berinovasi untuk desanya masing-masing.

Hari juga berharap, agar kegiatan ini tidak berhenti di hari itu saja. Dia ingin mengajukan kegiatan festival tahu tersebut dalam agenda pariwisata Kabupaten Kediri ke depannya.

Sementara itu, Sekretaris Diskopumik Hadi Mulyo menceritakan, bila inovasi yang dilakukan desa-desa adalah bentuk dari langkah munculnya wirausahawan baru di Kabupaten Kediri. “Hal ini diharapkan dapat memotivasi lainnya, selain untuk berinovasi juga dapat menciptakan olahan-olahan tahu lainnya,” papar laki-laki yang kemarin mengenakan baju batik ini.

Selain itu, ia menambahkan, dapat memacu desa-desa lainnya untuk melakukan inovasi yang nantinya akan didukung dan dibantu diskopumik dalam kegiatan wirausaha. Untuk diketahui, dalam festival itu juga digelar pentas seni oleh anak-anak Sendang, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diselenggarakan selama dua hari. “Festival ini melibatkan sekitar 80 pengusaha tahu di desa kami,” imbuh Inez.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia