Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

PD Pasar Minta Pedagang Bersihkan Barang yang Tersisa

Jumat, 26 Oct 2018 16:29 | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

MENUNGGU: Pedagang baju bekas di lantai 2 Pasar Setonobetek duduk sembari menunggu pembeli (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Pengelola Pasar Setonobetek memberi ketegasan kepada pedagang blok A yang belum membersihkan tempat penampungan sementara. Mereka diminta segera mengusung barang dari lapak di penampungan lama sebelum pembongkaran dilakukan oleh pihak pasar.

Koordinator Pasar Setonobetek Zahinar Dian mengatakan, meskipun sudah ada yang pindah ke gedung baru Blok A pada pekan lalu, namun mereka masih menyisakan barang-barang di lapak lama. Yakni di penampungan selama relokasi.

“Setelah kami lihat usai pindahan kemarin, ada lapak yang sudah bersih, tapi juga ada yang masih menyisakan barang,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Dian menyebut, barang-barang itu tidak hanya sisa barang dagangan saja. Namun berupa perabotan seperti meja, lemari, serta geronjong kawat yang semestinya ikut dibawa pedagang.

Karena barang tersebut milik pedagang, pihak pasar belum bisa membongkar lapak penampungan selama ini. Tak hanya itu, selama kosong, pihak pasar juga khawatir terhadap keamanan barang-barang tersebut.

“Ditakutkan kalau tidak segera diamankan nanti ada yang hilang. Sedangkan tenaga satpam di sini masih terbatas,” jelasnya.

Yang juga dikhawatirkan PD Pasar, bila lapak relokasi tak segera dibongkar, akan ada pedagang baru yang memanfaatkan. “Kalau seperti itu dan sampai menempati lapak kosong tersebut pasti akan semakin repot,” tambah Dian.

Kekhawatiran lain adalah soal aliran listrik. Sebab, bila tak segera dibongkar di lokasi penampungan aliran listriknya masih ada. Dan itu akan membuat konsumsi listrik terjadi pemborosan. Apalagi listrik di blok pedagang daging dan ayam sudah aktif seminggu terakhir ini.

“Setelah peresmian, sering terjadi listrik padam. Itu karena pemakaian listrik tidak terkontrol. Bahkan satu hari bisa sampai 7 kali padam mendadak,” ungkapnya.

Listrik yang tiba-tiba padam itu akibat daya listrik kelebihan beban. Menurut Dian, itu terjadi selama satu pekan ini. Baru kemarin listrik sudah normal kembali. Setelah los rombengan (baju bekas) dan sebagian daging di penampungan sudah dibongkar. Termasuk instalasi listrik yang ada di sana juga sudah ikut diputus.

“Sekarang hanya tinggal lapak di penampungan konveksi, pracangan, dan sayur yang belum bersih,” tandasnya.

Dian memberi gambaran, bila nanti lapak penampungan sudah dibongkar semua, maka parkir yang selama ini ditaruh di tepi Jalan Sam Ratulangi akan bisa kembali normal. Parkir akan berada di dalam kawasan pasar. Hal tersebut akan membuat kemacetan yang selama ini terjadi bisa terurai. Jalan Sam Ratulangi pun akan lebih bersih.

Apakah ada batas waktu untuk pedagang segera membersihkan lapaknya di tempat penampungan? Dian menjawab bahwa selama ini beberapa pedagang sudah diberi surat imbauan, tepatnya pada 22 Oktober silam. Pada surat tersebut berisi peringatan bahwa pada 27 Oktober kondisinya sudah harus bersih. Terutama mereka yang di lapaknya masih terdapat barang-barang.

“Barang yang masih tertinggal agar cepat diambil pedagang yang merasa mempunyai. Kalau tidak bisa dibawa ke tempat baru bisa dibawa pulang. Itu untuk keamanan bersama,” jelas Dian.

Pembersihan tersebut mengacu pada agenda pihak pasar bahwa Senin 29 Oktober mereka akan melakukan pembongkaran lanjutan. Sekaligus pemutusan instalasi listrik yang masih tersisa.

“Diharapkan besok harus sudah bersih agar pihak pasar bisa segera melakukan eksekusi,” pungkasnya.

Dari pantauan, kondisi penampungan sementara kondisinya sudah bersih dari pedagang. Namun masih ada beberapa kios yang masih terkunci.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia