Selasa, 20 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

PLN Punya Tim Elit, Ini Tugasnya

Jumat, 26 Oct 2018 13:34 | editor : Adi Nugroho

pln

RISIKO TINGGI: Anggota Regu PDKB PT PLN menaiki tower bertegangan tinggi saat pemeliharaan isolator di gardu induk. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Masyarakat tidak perlu khawatir lagi terjadi pemadaman listrik bila ada kegiatan perbaikan oleh PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero. Sebab, PT PLN Transmisi Jawa Bagian  Timur dan Bali kini memiliki ‘pasukan’ khusus. Pasukan tersebut bakal bekerja memperbaiki jaringan yang terganggu tanpa memadamkan aliran listrik.

Pasukan itu bernama regu pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Kemarin (24/10), pasukan khusus itu menunjukkan kepiawaian bekerja melakukan pemeliharaan di transmisi tegangan ekstra tinggi (TET) di gardu induk yang berlokasi di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren. Saat melakukan pekerjaan itu PLN tak memadamkan listrik terlebih dulu.

“Hari ini (kemarin, Red) adalah pemeliharaan transmisi tegangan ekstra tinggi  500 ribu kilovolt (kV),” kata General Manager PT PLN Persero Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali Suroso.

gardu pln

BRIEFING: GM PLN Unit Induk Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali Suroso (4 dari kiri) memberi pengarahan sebelum pelaksanaan pengerjaan. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Menurutnya, PDKB merupakan petugas pemeliharaan yang dimiliki oleh PT PLN (persero) yang bertugas memelihara Saluran Udara Tegangan Tinggi dan Tegangan Extra Tinggi (SUTT/TET). Pekerjaan mereka meliputi penggantian isolator, penggantian asesoris isolator, pemeliharaan asesoris isolator, dan juga pemeliharaan peralatan di gardu induk.

Kemarin, pemeliharaan dalam keadaan bertegangan itu untuk mengganti isolator. Menurut Suroso tim khusus yang bekerja itu sudah sangat terlatih melakukan pekerjaan berisiko tinggi. Tim khusus tersebut telah dididik khusus dan bersertifikat khusus. Sertifkatnya pun ditinjau secara berkala.

Tim utama PDKB tersebut dari PLN UPT Madiun. Karena bertepatan dengan bulan bakti PDKB, maka tim dari UPT Probolinggo, Surabaya, dan Malang juga bergabung dalam pengerjaan penggantian isolator kemarin.

Tim PDKB PT PLN tersebut punya kualifikasi bagus. Sudah bisa disejajarkan dengan tim PDKB luar negeri. Misalnya dari New Zealand dan Brasil. “Mereka (tim PDKB, Red) telah diberikan pelatihan khusus supaya tetap bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik,” jelasnya.

Jawa Pos Radar Kediri melihat secara langsung aktivitas itu. Dan menyaksikan bahwa pekerjaan tersebut sangat berisiko. Selain faktor ketinggian juga risiko tersengat listrik tegangan ekstra-tinggi. Namun Suroso memastikan bahwa sebelumnya sudah diantisipasi dengan segala persiapan. Apalagi yang ditugaskan adalah petugas-petugas PT PLN yang terlatih. Baik dari keterampilan, mental, dan kesiapan peralatan.

“Insya Allah kami jamin tidak ada permasalahan. Sehingga listrik tetap tersalurkan dengan baik ke masyarakat dengan tidak adanya pemadaman ini,” tuturnya.

Sebelum adanya tim khusus PDKB ini, PT PLN harus mematikan saluran tegangan tingginya terlebih dahulu bila melakukan perbaikan atau perawatan. Hal itu menyebabkan banyaknya komplain dari pelanggan. Kini PT PLN telah berkomitmen untuk selalu menjaga pelayanan terbaik mereka kepada pelanggannya.

Sementara, terkait dengan penyebab rusaknya isolator, ada beberapa hal yang menyebabkan. Di antaranya adalah polusi di lingkungan sekitar saluran listrik. Termasuk asap akibat pembakaran di bawah SUTET. Yang membuat kabel dan isolator jadi kotor. “Kalau kotor akan mengganggu aliran listrik tersebut,” tegasnya.

Suroso mengimbau masyarakat agar membantu PT PLN menjaga fasilitasnya. Yaitu tak membuat polusi lingkungan, khususnya di daerah dekat SUTET. Agar pelayanan mereka bisa maksimal.

Selain pengerjaan tim PDKB yang tidak memadamkan arus listrik tersebut, juga dapat menghapus image bahwa selama ini jika berada di bawah SUTET sangat berbahaya. Padahal dalam pekerjaan ini personil menyentuh langsung tegangan ekstra tinggi dan bisa merasa aman. Tentu dengan mengikuti instruksi kerja (IK) dan prosedur yang ditetapkan.

“Listrik akan aman jika kita mengikuti peraturan yang berlaku,” terangnya.

Pada pengerjaan kemarin selain 15 personil PDKB juga ada petugas pengawas kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Petugas K3 ini memastikan personil yang terlibat benar-benar sehat secara jasmani dan rohani.

Suroso menambahkan, ada beberapa tantangan dalam pemeliharaan tersebut. Yaitu kemungkinan cuaca buruk yang terjadi. Namun, untuk mngantisipasi hal itu pihak PT PLN telah mencari informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca terkini. Apabila mendapati cuaca yang tiba-tiba kurang mendukung untuk dilaksanakannya pengerjaan, pengawas akan membatalkan. Dan menunda pekerjaan sampai cuaca kembali normal.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia