Selasa, 20 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Tiga Desa di Kandangan Berjaya dalam Anugerah Desa 2018

Kamis, 25 Oct 2018 18:40 | editor : Adi Nugroho

desa inovatif

DEMI KEMAJUAN: Bupati Kediri Haryanti (tengah), Direktur JP Radar Kediri Tauhid Wijaya (6 dari kiri), berfoto bersama para kepala desa pemenang Anugerah Desa 2018. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Saat yang ditunggu desa-desa di Kabupaten Kediri akhirnya tiba juga. Yakni, desa mana saja yang meraih terbaik dalam Anugerah Desa 2018. Sebelas desa yang mencatatkan diri menjadi yang terbaik dalam 12 kategori yang dilombakan. Sementara, satu kategori gagal diraih oleh desa peserta karena tidak ada yang memenuhi kriteria.

Di antara sebelas desa tersebut, tiga di antaranya direbut oleh desa-desa di Kecamatan Kandangan. Yaitu Desa Kandangan, Karangtengah, dan Medowo. Desa Kandangan meraih penghargaan sebagai terbaik dalam inovasi pengelolaan BUMDes. Karangtengah terbaik dalam inovasi layanan kesehatan. Sementara Medowo dalam hal inovasi pengelolaan wisata (selengkapnya lihat grafis, Red).

          Bupati Kediri Haryanti Sutrisno sangat mengapresiasi pelaksanaan lomba Anugerah Desa 2018. Dia menyebut kegiatan ini sebagai kontes yang adil dan berimbang. Pasalnya, penjurian tidak hanya dilaksanakan dalam waktu pendek. Tapi dilakukan secara simultan dan berkelanjutan.

“Penilaian Anugerah Desa ini dilakukan berkali-kali dengan jangka waktu yang panjang,” ujarnya pada saat pidato di lapangan PT Secang Sukosewu, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, kemarin.

          Sementara, menurut Bupati Haryanti, banyak lomba yang penjuriannya dilakukan dalam kurun waktu yang pendek. Juga hanya dilakukan satu atau dua kali saja. Penjurian model tersebut dinilai Bupati Haryanti hanya akan memunculkan juara yang instan. Beda dengan penjurian yang dilakukan dengan komprehensif dalam waktu yang cukup lama seperti Anugerah Desa.

          Anugerah Desa adalah lomba yang digagas oleh Pemkab Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri. Diikuti oleh 343 desa dari 26 kecamatan. Penjurian dalam Anugerah Desa melibatkan banyak unsur. Selain dari Jawa Pos Radar Kediri juga berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3),  dan dari akademisi. Waktu pelaksanaan penjurian mulai Februari hingga Oktober. Dalam waktu penjurian yang lama itu, Bupati Haryanti yakin desa pemenang memang layak dan pantas juara di bidangnya masing-masing.

          Selain memilih desa terbaik dalam inovasinya, Anugerah Desa 2018 juga memilih kepada desa (kades) paling inovatif. Penghargaan itu jatuh pada Kades Sempu, Kecamatan Ngancar, Eko Suroso. Kades Eko juga membawa desanya meraih terbaik dalam bidang pelestarian kesenian tradisional.

          Eko berhasil mengubah desa yang dulunya rawan konflik menjadi desa yang terus berkembang. Dengan jiwa muda, kerja keras, dan komitmennya akhirnya desa yang dipimpinnya kian lama berhasil terlepas dari stigma negatif tersebut. Bahkan, Eko juga mampu memasukkan kesenian tradisional sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah yang ada di desanya.

Sebelas desa yang ditetapkan menjadi juara tersebut diganjar dengan hadiah sebesar Rp 200 juta berbentuk program pembangunan. Hadiah yang diberikan tersebut diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk keperluan desa. “Harus ada pertanggungjawabannya. Sesuai dengan proposal yang diajukan,” pesan Bupati Haryanti kepada para pemenang.

Total keseluruhan yang menjadi nominasi dalam penganugerahan tersebut sebenarnya berjumlah 12 kategori. Namun, untuk kategori inovasi terbaik bidang administrasi keuangan tidak ada pemenangnya. “Dalam kategori tersebut tidak ada yang berhasil memenuhi batas nilai yang telah ditetapkan juri,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya.

Lebih lanjut, Tauhid berharap agar momentum ini bisa dijadikan sebagai suntikan semangat bagi desa yang berhasil maupun yang gagal menjadi juara. Selain itu, desa di Kabupaten Kediri juga diharapkan semakin meningkatkan kualitas dan inovasi lagi ke depannya.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga bisa terus berinovasi dalam memajukan desanya masing-masing,” pesannya.

Pengumuman pemenang Anugerah Desa 2018 kemarin menjadi satu rangkaian dengan acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15. Kegiatan tersebut dimaknai sebagai upaya mengingatkan jati diri bangsa yang pada dasarnya saling tolong-menolong.

Lebih lanjut, kegiatan BBGRM juga diharapkan bisa meningkatkan atau setidaknya menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan di desa se-Kabupaten Kediri.

Daftar Pemenang Anugerah Desa 2018

1.     Kandangan/Kandangan (Pengelolaan BUMDes)

2.     Karangtengah/Kandangan (Layanan Kesehatan)

3.     Medowo/Kandangan (Pengelolaan Wisata)

4.     Jambu/Kayenkidul (Pengelolaan Lingkungan Hidup)

5.     Kencong/ Kepung (Pengelolaan Pertanian)

6.     Sidomulyo/ Semen (Pembinaan Anak Muda)

7.     Pehkulon/Papar (Pemberdayaan UMKM)

8.     Gadungan/Puncu (Pemberdayaan Perempuan)

9.     Janti/Wates (Literasi Masyarakat)

10.                        Sempu/Ngancar (Pelestarian Kesenian Tradisional)

11.                        Jemekan/Kras (Administrasi Masyarakat)

12.                        Kades Sempu Eko Suroso (Kades Paling Inovatif)

Catatan: Kategori Bidang Administrasi Keuangan tak ada pemenang.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia