Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Buku Nikah Dicuri, Pelayanan Jalan Terus

Minggu, 02 Sep 2018 15:24 | editor : Adi Nugroho

curi buku nikah

SAH: Pasangan saat menikah di KUA. (ANDHIKA ATTAR - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Pencurian buku nikah yang terjadi di KUA Kecamatan Kras tak membuat pelayanan pernikahan di kecamatan  itu terganggu. Para calon pengantin tetap terlayani. Meskipun tak mendapatkan buku nikah usai akad.

"Alhamdulillah pelayanan tetap dapat berjalan baik. Kami sudah jelaskan kepada calon pengantin dan mereka dapat memahami musibah ini (pencurian buku nikah, Red)," ujar M. Fauzan, kepala KUA Kras.

Dari data yang ada, 47 pasangan mencatatkan pernikahannya di KUA Kecamatan Kras sejak Senin (26/8) hingga kemarin (31/8). Pernikahan mereka tetap dinyatakan sah secara agama dan negara. Meski belum bisa mendapatkan buku nikah secara langsung.

"Status pernikahannya sudah kami register sebagaimana aturan yang berlaku. Buku nikah itu kan sebenarnya hanya salinan akta nikah saja," terang Fauzan.

Yang terpenting, menurutnya, sebenarnya adalah mencatatkan pernikahan tersebut di buku register. Namun tak dapat dipungkiri bahwa kepemilikan buku nikah juga dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak kalah sakral.

Berdasarkan keterangan Fauzan, pihaknya pun telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim. Pihak KUA Kras juga telah meminta buku nikah cadangan. Baik untuk para pengantin tersebut dan stok. Pihak Kanwil Kemenag Jatim juga telah merespon.

Fauzan menambahkan, pihak kanwil telah memastikan bakal mengirimkan buku nikah cadangan. Tapi hingga kemarin belum datang.

"Insya Allah, buku nikah sudah kita dapat. Sudah dibawa oleh Bapak Kasi Binmas agama Islam Kemenag Kabupaten Kediri. Namun, sekarang posisi beliau masih berada di Surabaya," ujar Fauzan.

Berdasarkan keterangannya, ada enam pasangan yang mencatatkan pernikahannya di KUA Kras sejak kasus pencurian itu. Kepada keenam pasangan tersebut ia meminta maaf bahwa buku nikah belum bisa langsung diberikan. Perkiraan awal September ini baru bisa dicetak menunggu buku nikah cadangan datang.

Salah satu pasangan pengantin yang melaksanakan prosesi ijab kabul di KUA Kras kemarin adalah Nanang dan Siti Mutmainah. Mereka diberitahu bahwa tidak bisa langsung mendapatkan buku nikah. Namun, hal tersebut dapat mereka maklumi dan tidak mengurangi kebahagiaan keduanya.

Prosesi ijab kabul pun dilaksanakan dengan khidmat dan sakral di salah satu ruangan KUA. Saksi dan keluarga yang turut mendampingi nampak bahagia setelah dinyatakan keduanya dinyatakan sah sebagai pasangan suami dan istri.

Kepada koran ini, Siti menyatakan sangat bahagia dan lega telah berhasil merampungkan seluruh rangkaian ijab kabul dengan lancar. "Alhamdulillah, rasanya senang sekali. Alhamdulillah," ujarnya seraya bersyukur setelah acara ijab kabul.

Terkait buku nikah yang tidak bisa langsung diberikan, Siti menegaskan tidak ada masalah. Ia menyadari kondisi yang terjadi. Namun, oleh pihak KUA keduanya dipinjami sepasang buku nikah. Tujuannya untuk dokumentasi pernikahannya. Meskipun hanya peraga, kedua nampak antusias dan bahagia saat momen pernikahannya diabadikan oleh bidikan lensa kamera.

Keduanya pun berharap agar bisa mendapatkan buku nikah secepatnya. "Harapannya bisa segera dapat (buku nikah). Kalau tadi kata penghulunya, Insya Allah awal September, Mas," ujar Siti.

Insiden Pencurian Buku Nikah

Tanggal                          Peristiwa di KUA Kecamatan Kras

26 Agustus                     76 buku nikah + 1 proyektor LCD raib

27 Agustus                    Melaporkan Pencurian ke Polsek Kras

30 Agustus                    Perwakilan Kanwil Kemenag Jatim berkunjung

27 – 31 Agustus             47 pasangan mencatatkan pernikahan

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia