Rabu, 21 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features
Konverwil Nahdatul Ulama Jatim

Said Agil Siradj Buka Konferwil NU Jawa Timur

Arus Kuat ke Dua Kiai

Minggu, 29 Jul 2018 18:11 | editor : Adi Nugroho

RESMI: Ketua PBNU Said Agil Siradj didampingi KH Anwar Mansyur menjelang acara pembukaan Konferwil NU Jatim tadi malam. Dua kandidat ketua PWNU, KH Marzuki Mustamar (kanan) dan KH Abdul Hakim Mahfudz bersalaman (foto kanan).

RESMI: Ketua PBNU Said Agil Siradj didampingi KH Anwar Mansyur menjelang acara pembukaan Konferwil NU Jatim tadi malam. Dua kandidat ketua PWNU, KH Marzuki Mustamar (kanan) dan KH Abdul Hakim Mahfudz bersalaman (foto kanan). (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA – Bursa ketua tanfidiyah dalam Konfewil Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur semakin mengerucut dua nama. Dua nama itu adalah KH Marzuki Mustamar, pengasuh Pondok Pesantren Syabilurrosyad, Malang, dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang biasa disapa Gus Kikin dari Tebuireng, Jombang. Hal itu terjadi setelah KH Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, pengasuh ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo menyatakan tidak ingin lanjut memimpin PWNU Jatim.

Pernyataan itu dia sampaikan pada pembukaan Konferwil tadi malam di Ponpes Lirboyo. Kiai yang menjabat 1,5 periode kepengurusan PWNU Jatim itu menyatakan bahwa sudah saatnya dia diganti oleh para calon pemimpin NU yang lain. Terlebih dia mengaku ke depannya ingin lebih konsen dalam mengasuk pondok pesantrennya. Dan mempersilakan kiai lain untuk memimpin PWNU Jatim pada konferwil kali ini. “Sudah waktunya saya diganti. Saya akan kembali konsen pada tanggung jawab saya sesuai dengan bidang saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengaku tidaklah sedikit waktu dia memimpin PWNU Jatim hingga saat ini. Dan saat konferwil inilah menurutnya waktu yang pas untuk berpamitan sekaligus meminta maaf kepada masyarakat NU jika ada kesalahan selama kepemimpinannya. “Dan saat laporan pertanggungjawaban nanti akan kita perlihatkan torehan kita bersama lakukan untuk perjuangan NU,” terang Presiden Komisaris TV9 ini.

FOTO: M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri

FOTO: M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri

Dengan sinyal tidak mau dicalonkannya lagi Kiai Hasan Mutawakkil ini, arus kedua kandidat antara Kiai Marzuki dengan Gus Kikin semakin kuat. Namun, siapa yang akan mengisi posisi Ketua PWNU Jatim, akan diketahui dalam pemilihan nanti malam. Yang akan dilakukan malam nanti dengan cara voting dari setiap PCNU se-Jatim.

Siapapun yang memimpin PWNU Jatim nanti, Kiai Hasan berharap jangan sampai menjadi boneka orang lain. Pihaknya mengajak agar semua harus jaga kekuatan NU dan tetap patuh terhadap ulama dan para kiai. Terlebih menghadapi kancah politik pemilu 2019. Menghadapi pemilihan Presiden hingga anggota dewan itu, dia berharap NU kembali pada jati dirinya. “NU adalah organisasi agama. Sehingga harus menjaga amanah para masayyih NU,” ungkapnya.

Dia mewanti-wanti agar NU jangan sampai menjadi alat politik pada pemilu tahun depan. Dia juga berharap agar NU menjadi penjaga negara. Dia berharap NU bisa bergandengan tangan hanya dengan partai yang tunduk dan patuh terhadap masayyih para kiai. Sehingga mampu membawa aspirasi NU, para kiai, dan masyarakat luas.

(rk/fiz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia