Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kurang Tenang di Depan Gawang

Selasa, 24 Jul 2018 18:50 | editor : Adi Nugroho

HARUS TENANG: Galih Akbar, kapten Persik Kediri saat laga melawan Madiun Putra (14/7).

HARUS TENANG: Galih Akbar, kapten Persik Kediri saat laga melawan Madiun Putra (14/7). (M. DIDIN SAPUTRO - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA - Membawa pulang satu poin dari kandang PSBK Kota Blitar, tak membuat kubu Persik benar-benar gembira. Sebab, sebenarnya mereka justru bisa membawa pulang tiga poin. Seandainya gol yang dicetak oleh Fahad Ismail tak dianulir wasit.

Hal itulah yang masih memunculkan kekecewaan di hati pelatih Alfiat. Menurut Alfiat, wasit menganulir gol pemain Persik karena menganggap berada di posisi offside. Padahal, menurutnya, Fahad dalam situasi coming from behind. Alias mengejar bola umpan dari belakang pemain bertahan lawan. Karena itu Alfiat menganggap itu bukan off-side.

“Padahal dari video yang diambil rekan-rekan itu sudah jelas kalau Fahad tidak dalam posisi offside,” tegas Alfiat.

Meskipun sudah beberapa kali protes, namun sang wasit tidak menghiraukanya. Alfiat pun menyayangkan atas kebijakan tersebut. Dan ia tidak bisa berbuat banyak. Tapi ia masih bisa menerima apa yang diputuskan oleh wasit meskipun sedikit ada rasa kecewa. “Alhamdulillah kami syukuri saja walaupun mendapat satu poin,” sambungnya.

Sementara itu, usai pertandingan melawan PSBK Blitar di Stadion Supriadi (21/7), kemarin sore Macan Putih kembali melakukan latihan. Evaluasi demi evaluasi pun dilakukan pelatih untuk persiapan pertandingan mendatang. Yaitu tandang melawan Persenga Ngawi, Sabtu (28/7).

Alfiat menyampaikan bahwa penguasaan bola pemainnya dirasa sudah bagus. Bahkan lebih dari 60 persen permainan saat melawan PSBK dikuasai oleh timnya. Namun yang digarisbawahi dan menjadi catatanya adalah penyelesaian akhir dari tim yang masih kurang maksimal.

“Itu yang jadi PR buat saya, yakni penyelesaian akhir. Terutama Bagas sebagai striker yang sebenarnya bisa menciptakan gol,” imbuhnya.

Pelatih asal Kabupaten Kediri tersebut menambahkan, semua ini karena finishing pemainnya yang masih kurang. Dalam pertandingan melawan PSBK itu memang kurang tenang. Karena itulah pemain depan saat ini ia tekankan harus punya naluri gol.

“Yang lain sebenarnya juga bisa cetak gol. Namun striker yang paling utama,” ungkapnya.

Saat ditanya opsi selain bagas sebagai pencetak gol, menurut Alfiat, adalah Fahad Ismail dan juga Alfian. Mereka bisa muncul dari sebelah kanan dan kiri.

Khusus untuk menghadapi Persenga Ngawi, Alfiat menekankan untuk para pemain agar bisa bermain seperti halnya melawan PSBK. Tetap melakukan strategi permainan secara disiplin. Serta melakukan kerjasama tim yang baik. “Jangan sampai anak-anak melakukan banyak pelanggaran,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia