Minggu, 18 Nov 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 86

Tiga Orang Dapat Tugas Khusus

Jumat, 27 Oct 2017 14:00 | editor : Adi Nugroho

Tiga Orang Dapat Tugas Khusus

“Sepanjang jalan menuju gerbang selatan kota, Pu Genthak memberi perintah pada prajurit bawahannya menyebar satu demi satu ke selatan dan barat pelabuhan Tuban”

Meski sadar bahwa barak tempat bala prajurit Mulasagara sudah rusak binasa terbakar api dan prajuritnya banyak yang terbunuh akibat peristiwa dadakan itu, Pu Genthak yakin sebagian prajuritnya masih selamat.

Itu sebabnya, dengan mengendap-endap Pu Genthak mengawasi gerak dan sepak terjang orang-orang bersenjata yang mengibarkan bendera kuning dan merah dengan lambang Makara.

Dalam liputan kabut yang membentangkan temaram pagi, Pu Genthak mengawasi terus semua gerakan orang-orang bersenjata, yang belakangan ia ketahui dipimpin oleh Pengalasan Wineh Suka senior, Ra Semi, sekutu  dari pemberontak agung Lamajang, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi.

Rupanya, kekuatan para pemberontak itu masih kuat, kata Pu Genthak dalam hati. Untuk itu, ia bertekad akan mengawasi terus semua gerak Ra Semi dengan para pengikutnya setelah menebar kebinasaan di pelabuhan Tuban.

Ketika cahaya matahari makin terang menyinari bumi, Pu Genthak melihat tanpa sengaja prajurit-prajuritnya berjalan mengendap-endap di balik semak-semak yang tumbuh di pinggir jalan hingga di belakang Sanggar Pamujan. Faham bahwa gerakan prajurit-prajurit bawahannya yang berjumlah sekitar tigapuluh orang itu tidak terlihat musuh, Pu Genthak melompat keluar Sanggar Pamujan sambil memberi isyarat agar semua tidak bersuara. Lalu dengan gerakan merunduk, mereka bergerak serentak ke satu arah, gerbang selatan kota.

Sepanjang jalan menuju gerbang selatan kota, Pu Genthak bergantian memberi perintah kepada prajurit bawahannya untuk menyebar satu demi satu ke selatan dan barat pelabuhan Tuban. Hanya tiga orang yang mendapat tugas khusus, di mana yang dua orang  diperintah untuk ke Kutaraja guna menghadap Maharaja untuk melaporkan  kerusuhan mendadak yang dipimpin Ra Semi, sekutu Mahapatih Mangkubhumi pengkhianat. Yang satu diperintah untuk menghadap Rakryan Panji Samara, Sang Mula Marggabhaya Tuban yang terletak di sebelah timur kota Tuban guna meminta bantuan

Saat matahari sudah naik, terlihat iring-iringan  pasukan berkuda dan prajurit pejalan kaki berjumlah enam puluh orang bergerak cepat dari arah tenggara memasuki kota Tuban. Melihat kibaran panji-panji dan bendera tampak bahwa iring-iringan sepuluh kuda diikuti limapuluh pasukan pejalan kaki itu adalah prajurit Mula Marggabhaya, yang dipimpin Rakryan Panji Samara sendiri. Sewaktu jarak iring-iringan itu sudah sekitar tigararus dpa, seorang prajurit Mulasagara melompat menghadang sambil berseru,”Berhenti-berhenti!” (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia