Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 85

Selamat dari Sergapan Maut

27 Oktober 2017, 09: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Selamat dari Sergapan Maut

“Ra Semi yang memimpin sekitar tigaribu orang prajurit berkuda dan prajurit pejalan kaki, mengamuk di pelabuhan Tuban saat fajar”

*             *             *

AWAS MUSUH!

Lari! Larii! Cepat lari!

SERAAAANG!!!

Ayo lawan!!

Teriakan kaget dan pekikan perang meledak seiring merekahnya matahari yang memancar di ufuk timur. Kepanikan melanda Pelabuhan Tuban, di tengah hingar pertempuran oleh gemerincing senjata, pekik kemarahan, jerit kesakitan, lenguh kematian, ringkik kuda, dan tubuh-tubuh bersimbah darah yang berkejat-kejat meregang nyawa.

Para prajurit Magalah yang menerjang paling depan, menikamkan tombak mereka ke tubuh prajurit penjaga pelabuhan, pelaut yang tidur di kapal, pedagang yang tidur di penginapan, dan prajurit Mulasagara yang tidur di baraknya.  

Ra Semi yang memimpin sekitar tigaribu orang prajurit berkuda dan prajurit pejalan kaki, mengamuk di pelabuhan Tuban saat fajar, menimbulkan kerusakan dan kebinasaan untuk memberi tengara tantangan kepada Maharaja Wilwatikta.

Namun usaha Ra Semi untuk menumpas Bala Mulasagara dari pucuk hingga akar tidak berhasil, karena Pu Genthak, Sang Juru Mulasagara yang pagi itu tertidur di Sanggar Pamujan yang terletak di sebelah selatan gerbang kutha, selamat dari sergapan maut.

Sewaktu terbangun dan menyaksikan kobaran api sudah menyala-nyala melahap rumah-rumah, warung-warung, kedai, barak prajurit, dan kapal-kapal yang mengapung di laut, Pu Genthak tidak buru-buru mengambil tindakan. Meski sadar bahwa barak tempat bala prajurit Mulasagara sudah rusak binasa terbakar api dan prajuritnya banyak yang terbunuh akibat peristiwa dadakan itu, Pu Genthak yakin sebagian prajuritnya masih selamat.

Itu sebabnya, dengan mengendap-endap Pu Genthak mengawasi gerak dan sepak terjang orang-orang bersenjata yang mengibarkan bendera kuning dan merah dengan lambang Makara.

Dalam liputan kabut yang membentangkan temaram pagi, Pu Genthak mengawasi terus semua gerakan orang-orang bersenjata, yang belakangan ia ketahui dipimpin oleh Pengalasan Wineh Suka senior, Ra Semi, sekutu  dari pemberontak agung Lamajang, Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia