Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 83

Tercekam Maraknya Pembunuhan

27 Oktober 2017, 06: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Tercekam Maraknya Pembunuhan

“Penyerangan yang mengatas-namakan setiawan pendukung Maharaja, diam-diam diperbincangkan penuh keprihatinan oleh Sri Kertawarddhana dan Mada”

Ketika Maharaja Jayanagara memerintahkan Ra Yuyu untuk memeriksa ruangan kerja Ra Renteb, diketahui belasan gulung catatan tentang kekancingan telah hilang dari tempatnya.

Sejak peristiwa pemancangan kepala Rakryan Kulapati  i Wilwatikta Pu Renteb, Paduka Yang Mulia Maharaja tidak suka terhadap orang-orang ekstrim yang mengaku setiawan pembela maharaja.

Namun Paduka Yang Mulia Maharaja tidak memiliki cukup kekuatan untuk mencegah golongan itu menggunakan dalih kesetiaan untuk menyingkirkan lawan-lawannya. Sri Paduka Maharaja hanya berdiam diri sambil mengingat-ingat semua peristiwa mengerikan yang mengatas-namakan maharaja dan kesetiaan kepada maharaja.

Di tengah keresahan dan kegelisahan penduduk yang tercekam maraknya pembunuhan, penculikan, penjarahan, penyerangan yang sering mengatas-namakan setiawan pendukung Sri Paduka Maharaja, diam-diam diperbincangkan penuh keprihatinan oleh Sri Kertawarddhana dan Mada.

Mereka menangkap tengara marabahaya yang diam-diam mengelilingi maharaja yang dicitrakan sebagai maharaja lalim yang menakutkan. Untuk mengatasi itu, menurut hemat mereka, sebuah kerusuhan yang muncul dari daerah yang jauh dari kutaraja seyogyanya dimunculkan untuk memberi isyarat bagi maharaja maupun orang-orang jahat yang berada di sekitar maharaja.

“Apa yang bisa kita lakukan untuk menyulut kerusuhan di tempat jauh yang tidak menimbulkan kecurigaan bahwa kita berada di balik kerusuhan tersebut?” kata Sri Kertawarddhana meminta pertimbangan.

“Hamba punya usul untuk memecah kekuatan Ra Semi dan Ra Kuti di utara kutaraja,” sahut Mada mengajukan usul.

“Bagaimana caranya?” tanya Sri Kertawarddhana ingin tahu.

“Hamba akan mengirim orang untuk memberi kabar kepada  Ra Semi agar dia bersama pasukan yang dipimpinnya menyingkir di tempat yang jauh dari kutaraja, “ kata Mada menjelaskan,

”Orang suruhan  hamba akan menyampaikan kabar kepada Ra Semi bahwa keberadaannya di Sememi sudah diketahui oleh Sri Baginda Maharaja dan akan dilakukan penyergapan mendadak oleh bala pasukan dari kutaraja. (bersambung)  

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia