Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 81

Para Setiawan yang Rela Bekorban

26 Oktober 2017, 19: 30: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Para Setiawan yang Rela Bekorban

“Mereka yang tidak sepakat dengan kebijakan maharaja apalagi sampai mengkritik, oleh mahapatih dituduh pebagai pembelot yang wajib dimusnahkan”

 50.Pemberontakan Ra Semi

 

Bagi Sri Baginda Maharaja, satu-satunya pendukung setianya di Wilwatikta adalah Sang Mahpatih Dyah Halayudha dengan seluruh kekuatan pendukungnya dan seorang anak muda yang sangat dipercayanya: Mada.

Itu sebab, apa pun saran dan petunjuk Dyah Halayudha hampir selalu diikutinya, termasuk saat mendudukkan Bekel Prajurit Pengalasan Ra Kuti menjadi Rakryan Bala Pradhana Wilwatikta, yang dianggap maharaja sebagai keniscayaan yang harus dipatuhi.

Mereka yang tidak sepakat dengan kebijakan maharaja apalagi sampai mengkritik, oleh mahapatih akan dituduh pebagai pembelot yang wajib dimusnahkan.

Kuatnya pengaruh Sang Mahpatih Wilwatikta Dyah Halayudha terhadap Sri Baginda Maharaja yang berlebihan, tanpa ada yang menduga, ternyata menimbulkan kecurigaan maharaja sendiri. Tanpa ada yang mengarahkan, sewaktu maharaja sendirian di peraduan, tiba-tiba di benaknya berkelebatan bayangan para pejabat kerajaan yang menurut Sang Mahpatih Dyah Halayudha adalah para setiawan yang rela mengorbankan diri dalam mengabdi kepada maharaja.

Benarkah mereka setia kepadaku? Bagaimana mungkin aku mempercayai kesetiaan sekian banyak orang hanya berdasar pernyataan Dyah Halayudha? Maharaja Jayanagara menarik nafas panjang sewaktu menyaksikan lintasan bayangan Nararya Wangbang Menak Koncar putera Arya Adikara Wiraraja, Sang Jurupati Lamajang, yang tidak terlibat dalam persekutuan jahat Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi.

Akankah penguasa kerajaan sakawat-bhumi yang masih kerabatnya itu tunduk setia kepadanya? Saat bayangan  Rakyan Menteri  i  Hino Dyah Pamasi, Sang  Jurupati Wirabhumi melintas menggantikan bayangan Nararya Wangbang Menak Koncar, terbersit tanda tanya tentang kesetiaan kerabatnya yang sejauh ini diketahui sangat patuh kepada Dyah Halayudha.

Begitulah, satu  demi satu bayangan pejabat tinggi kerajaan yang berkelebat ganti-berganti memasuki benaknya dipertanyakan kesetiaannya. Dan hasilnya, Sri Baginda Maharaja Jayanagara malah meragukan kesetiaan mereka.

Sejak peristiwa penumpasan Mahapatih Mangkubhumi Arya Nambi beserta pengikut-pengikutnya yang diikuti kejadian-kejadian mengerikan berupa pembasmian keluarga dari mereka yang didakwa ikut memberontak, keadaan di kutaraja memang berubah menegangkan. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia