Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 80

Membuat Kesadaran seperti Melayang

22 Oktober 2017, 14: 27: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

Membuat Kesadaran seperti Melayang

“Ra Semi yang terus menunggu perintah dari sahabat karibnya, Ra Kuti, untuk memulai penyerangan mendadak ke kutaraja terutama ke Puri Kedhaton”

Ra Semi merasakan bahwa waktunya untuk menyusul anak-anak dan isterinya ke Dewalaya sudah dekat, yaitu menunggu perintah dari Ra Kuti untuk beramai-ramai menumpahkan dendam kesumat kepada Yang Dipertuan Wilwatikta Sri Maharaja Jayanagara dan tentu saja Mahapatih Wilwatikta Dyah Halayudha Sang Mahapati.

Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Ra Semi yang terus menunggu perintah dari sahabat karibnya, Ra Kuti, untuk memulai penyerangan mendadak ke kutaraja terutama ke Puri Kedhaton kediaman Maharaja Wilwatikta, terusik oleh kegelisahan demi kegelisahan sepanjang melewati rentangan waktu yang terasa berjalan sangat lambat itu.

Di tengah terkaman rasa bosan yang menyiksa, Ra Semi mengirim seorang anak buahnya sebagai kurir untuk menyampaikan surat singkat yang ditulisnya dalam bentuk kidung kepada Rakryan Citralekhadanda i Tumapel Pu Mada. Secara singkat Ra Semi memberitahu Pu Mada bahwa ia saat itu sedang menemukan keberuntungan setelah bertemu dengan kawan lamanya, Ra Kuti, yang diam-diam mengangkatnya sebagai Juru Balanana bagi bala prajurit yang menyamar sebagai petani.

Surat singkat berbentuk kidung yang dikirim Ra Semi mengejutkan Mada, yang dalam waktu singkat sudah menangkap tengara penting yang disampaikan Ra Semi tentang bakal terjadinya pemberontakan besar terhadap kekuasaan Sri Maharaja Jayanagara.

Itu sebab, Mada menjamu berlebihan kurir yang dikirim Ra Semi dengan mengajaknya makan dan minum arak sambil berbincang-bincang selayaknya sahabat. Akibat pengaruh arak yang membuat kesadaran seperti melayang, kurir itu  menuturkan semua hal yang diketahuinya tentang pasukan Balanana yang ditempatkan di Sememi dan Kutisari, dua tempat yang terletak  tidak jauh dari aliran Sungai Warantas ke Sungai Mas. 

Untuk keterangan yang lain tampaknya kurir tersebut tidak mengetahui terlalu banyak, sehingga diputuskan untuk secepatnya kembali menemui junjungannya dengan diberi bekal sekantung uang perak.

Sekalipun informasi yang diperoleh Mada sangat singkat – tentang pasukan Balanana di Sememi dan Kutisari – yang dipimpin Ra Semi dan Ra Yuyu, namun gambaran tentang bakal terjadinya pemberontakan sudah tergambar di dalam benaknya. Mada menduga, otak yang merancang rencana pemberontakan terhadap maharaja tidak lain dan tidak bukan pastilah Rakryan Mahapatih Wilwatikta Dyah Halayudha Sang Mahapati.

Sementara orang-orang seperti Ra Kuti, Ra Yuyu,   Rakyan Menteri  i  Hino Dyah Pamasi Sang Jurupati Wirabhumi, Bhatara Wengker, hanya dijadikan alat oleh Dyah Halayudha untuk mewujudkan impiannya entah menjadi apa. Keselamatan Sri Baginda Maharaja sedang terancam, kata Mada dalam hati. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia