Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 79

Menebak Maksud di Balik Siasat

14 Oktober 2017, 16: 22: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Menebak Maksud di Balik Siasat

“Ra Kuti yakin sahabatnya yang sudah memutuskan mengabdikan diri kepada dendam kesumat dapat dimanfaatkannya untuk menopang kekuatannya”

                Untuk melindungi diri dari tuduhan adanya pamrih pribadi di balik penguatan militer Wilwatikta, Dyah Halayudha memohon kepada Sri Baginda Maharaja Jayanagara untuk mengangkat Ra Kuti sebagai Bala Pradhana (panglima angkatan perang) Wilwatikta, dengan dibantu Rakyan Menteri i Hino Dyah Pamasi Sang Jurupati Wirabhumi merangkap jabatan Senamukha (panglima divisi) Wirabhumi dan Rakyan Menteri i Halu Dyah Singlar Sang Jurupati Bayu merangkap Senamukha Bayu. 

Dengan diangkatnya pejabat-pejabat senior pada jabatan-jabatan penting dalam kemiliteran, tanda tanya besar terkait pamrih pribadi Dyah Halayudha mulai diselimuti kabut keraguan meski banyak orang yang menebak-tebak tentang maksud sebenarnya di balik siasat Dyah Halayudha dalam mempengaruhi maharaja untuk mengangkat para pejabat senior tersebut.

                Naiknya kedudukan Ra Kuti dari Bekel Pengalasan menjadi Bala Pradhana yang terasa aneh dan berlebihan itu sedikit tersingkap selubungnya sewaktu Ra Semi yang merasa aneh dengan keberuntungan Ra Kuti  itu dengan nekad menemui sahabat karibnya itu di kediamannya.

Meski awalnya terkejut dan menaruh curiga terhadap Ra Semi, sahabat sekaligus  satu-satunya orang yang selamat dari malapetaka di Lamajang, Ra Kuti akhirnya menerima sekaligus melindungi Ra Semi yang sedang dalam penyamaran itu, mengingat sahabatnya itu sudah tidak memiliki tujuan hidup kecuali melampiaskan dendam kepada mereka yang telah membuat dirinya sebatangkara .

Ra Kuti yakin bahwa sahabatnya yang sudah memutuskan untuk mengabdikan diri kepada dendam kesumat itu dapat dimanfaatkannya untuk menopang kekuatannya.

                Dengan kepercayaan seorang sahabat lama yang sama-sama menaruh dendam dan kebencian terhadap Maharaja Jayanagara, Ra Kuti mengangkat Ra Semi sebagai Juru Balanana (komandan brigade) dari kesatuan prajurit yang ditempatkan di Sememi, desa kelahiran Ra Semi yang terletak di sebelah barat daya desa Kudadu.

Dengan membawahi tigaribu orang prajurit terlatih yang menyamar sebagai petani yang hidup bersama warga kampungnya, Ra Semi merasakan kekuatan jiwanya yang sempat runtuh telah kembali berkobar-kobar membakar semangatnya. (bersambung) 

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia