Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Pasar Tempurejo: Revitalisasi Sudah Mencapai 30 Persen

Sabtu, 05 Aug 2017 21:51 | editor : Adi Nugroho

SIBUK: Pekerja sedang membangun ruko di sebelah timur Pasar Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

SIBUK: Pekerja sedang membangun ruko di sebelah timur Pasar Tempurejo, Kecamatan Pesantren. (DINA ROSYIDHA – RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Pemkot akhirnya merehabilitasi Pasar Tempurejo. Hingga kemarin, prosesnya sudah mencapai 30 persen. Diperkirakan proyek yang menelan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,15 miliar tersebut selesai Oktober nanti.

“Kita hanya diberi waktu empat bulan untuk menyelesaikannya,” terang Muhsin, koordinator pekerja bangunan, yang melaksanakan revitalisasi pasar kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari pantauan wartawan koran ini, kemarin, para pekerja sedang membangun ruko yang berada di sebelah timur pasar. Total ada sekitar 20 ruko dengan ukuran masing-masing 3x3 meter. Ruko tersebut menggunakan lahan yang sebelumnya merupakan tanah kas desa.

Sedangkan di bagian tengah pasar sudah berdiri dua los pedagang. Masih ada satu los lagi yang sedang dalam proses pengerjaan. Masing-masing los nantinya berkapasitas 10 lapak. Sehingga total ada 30 pedagang yang bisa memanfaatkannya.

“Ukuran masing-masing kotak (jatah per lapak, red) sekitar 4x5 meter,” jelas Muhsin saat ditemui di pasar.

Meski diketahui sedang dalam proses pengerjaan bangunan, para pedagang tetap melaksanakan kegiatan jual beli di pasar yang berada di sebelah timur Subterminal Tempurejo tersebut. Mereka tidak direlokasi ke tempat lain karena memang masih ada tempat di pasar yang bisa untuk berdagang.

“Kalau pas dibangun bagian belakang, pedagang kita minta geser agak ke depan,” terang Muryadi, kepala Pasar Tempurejo.

Saat ini hanya ada 32 pedagang tetap di Pasar Tempurejo. Karena jumlahnya relatif sedikit, mereka lebih mudah dikondisikan. Meski saat ini jumlah pedagang di pasar tersebut terbatas, Muryadi menyatakan, ke depannya kapasitas pasar menjadi lebih banyak setelah direvitalisasi.

“Diperkirakan pasar ini nantinya bisa menampung sampai 75 pedagang,” beber pria yang juga pemilik warung kopi tersebut.

Menurut Muryadi, syarat menjadi pedagang Pasar Tempurejo tidak sulit. Hanya menyerahkan KTP dan KK (kartu keluarga) untuk didata. “Tidak harus orang sini, pedagang dari mana pun bisa bergabung selama masih ada tempat,” paparnya.

Sementara itu, Dahlan, 57, salah satu pedagang Pasar Tempurejo, mengatakan,  sejauh ini tidak keberatan berjualan dalam kondisi bising karena ada pengerjaan bangunan. Pembelinya juga tidak berkurang meski kondisi pasar sedang tidak nyaman. “Pembeli tetap ramai-ramai saja. Hanya saja memang ada 1-2 pedagang yang meliburkan diri,” terang pemilik toko gerabah tersebut.

(rk/dna/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia