Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Events

Target 370 Ribu Anak Dapat Imunisasi Campak

Rabu, 02 Aug 2017 06:38 | editor : Adi Nugroho

IMUNISASI: Kadinkes Kabupaten Kediri Adi Laksono saat melakukan imunisasi.

IMUNISASI: Kadinkes Kabupaten Kediri Adi Laksono saat melakukan imunisasi. (M. FIKRI ZULFIKAR – RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN – Pemkab Kediri menargetkan sebanyak 370.749 anak mendapatkan imunisasi campak dan rubella. Kemarin, merupakan hari pertama pelaksanaannya. Sedikitnya 18 ribu anak atau sekitar 5 persen telah mendapatkan suntikan vaksin untuk melindungi mereka dari penyakit campak dan rubella.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Adi Laksono mengatakan, targetnya lebih dari 370 ribuan anak harus mendapatkan imunisasi ini. Terutama mereka yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Pada Agustus ini, menurutnya, dinkes menargetkan menyelesaikan imunisasi tersebut di sekolah. Mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, hingga SMP. “Untuk September, imunisasi diperuntukkan pada anak usia di bawah sekolah. Yaitu di posyandu-posyandu,” terang Adi kepada Jawa Pos Radar Kediri. 

Pagi kemarin (1/8), imunisasi digelar di beberapa tempat se-Kabupaten Kediri secara serentak. Pelaksanaan kegiatan ini mulai Agustus hingga Desember. “Hari ini (kemarin) sekitar 18 ribu anak sudah diimunisasi,” kata Adi.

Pantauan koran ini, Bupati Haryanti pun ikut turun ke lapangan. Dia memantau langsung proses imunisasi warganya. Sekitar pukul 09.00 bupati dua periode yang juga seorang dokter ini bahkan sempat mengimunisasi beberapa murid di dua sekolah. Yaitu di SDN Bendo I Kecamatan Pare dan MI Darul Falah Kecamatan Kandangan.

“Ibu (Bupati Haryanti, Red) selain memantau juga ikut menyuntikkan vaksin imunisasi kepada siswa SD yang didatanginya,” ungkap Adi.

Karena pentingnya imunisasi ini, Adi berharap, semua warga kabupaten mengimunisasikan anak-anaknya. Sebab imunisasi campak dan rubella ini menjadi pelindung terhadap penyakit tersebut. Bila anak tak mendapatkannya, daya tahan tubuh mereka rentan terserang penyakit. Terlebih menghindarkan penyakit keturunan yang bersemayam di tubuhnya. “Akibat campak juga fatal jika tidak mendapatkan imunisasi sejak dini,” ujar dokter ini.

Dampak campak yang sangat parah dapat membuat mata buta. Tak hanya itu, bisa mengakibatkan sakit paru-paru. Karena pentingnya imunisasi demi kesehatan anak, Adi menyarankan, tidak ada penolakan dari orang tua maupun pihak sekolah terkait imunisasi ini. Sebab di beberapa daerah terjadi penolakan lantaran ada dugaan tidak halal.

“Dalam Islam diperbolehkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Karena memang bermanfaat bagi kesehatan. Jadi jangan khawatir,” tuturnya.

Hingga kemarin siang, Adi menyatakan, tidak ada sekolah maupun orang tua yang menolak imunisasi tersebut. Nantinya dinkes juga akan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri maupun tokoh agama untuk sosialisasi dan melakukan pendekatan.

“Akan kami lakukan pendekatan dengan disosialisasikan akibat dan manfaat imunisasi ini. Juga pastinya akan dijelaskan secara agama pula,” paparnya.

(rk/fiz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia