Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 12

Beri Anugerah Mantra Kemuliaan

28 Juli 2017, 06: 10: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Beri Anugerah Mantra Kemuliaan

“Ranggah berjanji kepada Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya untuk  membebaskan negeri Tumapel dari kekuasaan Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung”

Ranggah yang mengetahui swayambhara dari Gagak Inget, kawan dari Tuwan Tita, menghadap Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya guna memperoleh penjelasan pasti mengenai swayambhara rahasia  tersebut.

  Sewaktu berhadap-hadapan dengan Ranggah yang mengaku keturunan Rajasa di pendapa Biara Tegal Gandalayu, Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya termangu-mangu untuk beberapa jenak memandangi wajah pemuda di hadapannya yang sepertinya pernah ia kenal.

Namun sampai lama mengamati, ingatannya yang melemah akibat penderitaan yang dialaminya, ia belum mampu menangkap gambaran yang jelas tentang siapa sejatinya pemuda yang duduk di hadapannya dan kapan ia pernah melihatnya. Ia benar-benar lupa tentang siapa sejatinya ksatria muda tersebut.

Begitulah, dengan terburu-buru dan dalam waktu singkat Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya mengemukakan swayambhara sekaligus sapatha kepada Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya agar binasa beserta bala prajuritnya dan memberikan anugerah mantra kemuliaan Karma Amamadangi kepada puterinya yang sedang menderita.

“Hancurkan penguasa lalim itu dan bebaskan puteri kebanggaan kami,” kata Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya berharap.

Ranggah berjanji kepada Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya untuk  membebaskan negeri Tumapel dari kekuasaan Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya sekaligus memerdekakan Dyah Ardhanareswari Nararya Prajnyaparamitha dari cengkeraman wakil raja Panjalu.

Bahkan Ranggah menyatakan hasratnya untuk menghancurkan Maharaja Panjalu Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatara Anindita Srenggalancana Digjaya Uttunggadewa Kertajaya agar Janggala dan Panjalu dapat dipersatukan kembali.

Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya sangat bersuka cita mendengar janji Ranggah. Sampai semalaman, setelah Ranggah berpamitan meninggalkan Biara, ia memanjatkan doa tiada henti.

Usai menghadap Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya, Ranggah pergi ke Karuman untuk menjumpai ayahanda angkatnya, Mapanji Bango Samparan. Ia mengungkapkan hasrat dan keinginannya untuk menghancurkan kekuatan dan kekuasaan   Sri Aji Jayakerta Tunggul Ametung Sri Gandrawijaya. Ia menyatakan bahwa ia telah menghadap Dang Acarya Girindratmaja Purwwawijaya yang memaklumkan swayambhara rahasia. (bersambung)   

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia