Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Buka 1 Jam, 600 Pelamar Padati Bursa Kerja SLG

Kamis, 27 Jul 2017 11:55 | editor : Adi Nugroho

TARIK MINAT: Karyawati dari salah satu perusahaan pelatihan bahasa Jepang berbusana kimono menarik minat para pelamar lowongan di Bursa Kerja, SLG, Ngasem.

TARIK MINAT: Karyawati dari salah satu perusahaan pelatihan bahasa Jepang berbusana kimono menarik minat para pelamar lowongan di Bursa Kerja, SLG, Ngasem. (M FIKRI ZULFIKAR - RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN – Ribuan pencari kerja memadati Convention Hall Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem, siang kemarin. Mereka mendatangi stan-stan perusahaan dalam bursa kerja yang diadakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri.

Saking antusiasnya, tercatat sebanyak 600 pencari kerja dari Kediri dan sekitarnya. Padahal, baru dibuka satu jam. Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, terlihat para pencari kerja memenuhi stan yang disediakan pemkab. Mereka rela berdiri untuk antre memasukkan berkas lamaran pekerjaannya.

“Ada 63 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di bursa kerja ini. Pelamar boleh memilih yang sesuai kemampuannya,” terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan.

Antusiasme pelamar sudah bisa diketahui di jam-jam pertama saat bursa kerja baru dibuka. Yaitu mulai pukul 09.00. Terhitung pada jam 09.00 hingga 10.00 sudah mencapai 600 pelamar yang masuk convention hall.

Krisna memprediksi, ribuan pelamar datang mencari pekerjaan hingga jadwal bursa berakhir pada hari ini (27/7). “Buka sampai pukul 15.00 siang. Tetapi pelamar kerja masih terus berdatangan,” ungkapnya.

Tidak hanya dari Kabupaten Kediri, Krisna menambahkan, pelamar juga datang dari luar daerah. Mulai dari Nganjuk, Tulungagung, hingga Malang. Terdapat beberapa perusahaan pun menjadi tempat favorit sebagai pekerjaan jujugan. Seperti terbanyak ada di perusahaan bank hingga anak perusahaan PT Gudang Garam, yaitu PT Surya Zig Zag. Stannya ramai dipenuhi pelamar.

“Memang ada beberapa perusahaan yang menjadi incaran para pelamar. Sehingga persaingan semakin ketat,” papar Krisna.

Tak hanya para peserta yang berusaha maksimal untuk mendapatkan pekerjaan. Dalam bursa kerja kali ini perusahaan pun terlihat berusaha semaksimal mungkin untuk menarik calon pelamar agar datang ke stannya dan bergabung di perusahaannya.

Seperti yang dilakukan LPK Oosaka Gakkou kemarin. Lembaga pelatihan bahasa di Jepang ini pun para petugasnya berpenampilan layaknya warga jepang. Lengkap dengan pakaian khas ala Jepang, kimono.

“Ini bagian strategi kami agar para pelamar juga bergabung ke tempat kami,” terang Resti, petugas LPK yang juga memakai kimono, kemarin.

(rk/fiz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia