Ideng dan Fanistika, Pasangan Seniman yang Piawai Bikin Art Paper

Bagi orang awam, lembaran kertas dianggap barang biasa saja. Namun di tangan Ideng Dewo Aditiyono dan Fanistika Lailatul Ma’rifah, kertas dapat dikreasi menjadi karya seni. Tak hanya bernilai estetis, tetapi juga ekonomis.

MOH. FIKRI ZULFIKAR

Di dalam sebuah rumah di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol tampak pasangan suami istri (pasutri) sedang sibuk membuat karya art paper. Mereka adalah Ideng Dewo Aditiyono dan istrinya, Fanistika Lailatul Ma’rifah. Kesibukan itu sempat terhenti sejenak ketika Jawa Pos Radar Kediri bertandang, Selasa kemarin (2/5).

Setelah menyilakan masuk, obrolan dengan Idang dan Fanistika pun diselingi aktivitas membuat seni kertas tersebut. Mereka ternyata sedang membuat karya dengan model gedung Radar Kediri. Menggunakan media kertas tampak gambar siluet gedung.

Begitu jadi, karya dua dimensi hasil dari potongan-potongan kertas ini menjadi seperti karya lukis dari cat. “Kami buat polanya terlebih dahulu, baru kita potong-potong kertas itu,” terang Ideng.

Setelah dipotong dengan pen cutter, kertas putih tersebut ditempel dengan latar kertas yang berwarna lebih gelap. Hasilnya sebuah karya siluet dua dimensi. Karya paper art semakin keren dan elegan saat dibingkai pigura. Pasutri yang baru menikah setahun ini memang menggunakan media sederhana, kertas dan pen cutter, namun mampu menghasilkan seni tinggi. “Kesulitannya pada saat menggunting pola yang kecil-kecil Mas,” ungkap pria berumur 25 tahun itu.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar