Kondisi Jembatan Kedak Kian Parah

KEDIRI KABUPATEN- Setidaknya, satu gedung sekolah dan tiga rumah warga terancam longsor. Penyebabnya, plengsengan Sungai Harinjing yang ada di dekat bangunan-bangunan tersebut ambrol terkikis derasnya aliran air. Apalagi, arus air sungai yang membelah dua wilayah, Kelurahan Pare dan Desa Tertek, itu terhambat oleh batang-batang pohon yang terseret banjir.

Minggu (2/4) aliran Sungai Harinjing sangat deras. Sementara, batang-batang pohon yang tersangkut dan menghambat aliran sungai tak kunjung diambil. Akibatnya, tanah di dekat pemukiman warga tergerus. Bahkan, gedung SD Negeri Pare 6 kini jaraknya hanya 1,5 meter dari bibir sungai.

“Longsornya dekat dengan ruang belajar kelas 2,” kata Kepala SDN Pare 6 Ismuyani.

Proses belajar-mengajar di sekolah tersebut memang tetap berlangsung. Namun Ismuyani terpaksa tak memfungsikan ruang kelas yang paling dekat dengan longsoran itu. Akibatnya, siswa kelas 2 ruangan belajarnya bergantian dengan kelas 1. Siswa kelas 1 masuk pagi sampai pukul 10.00. Setelah itu kelas 2 hingga pukul 14.00.

Selain gedung SDN Pare 6, yang berada dalam bahaya adalah tiga rumah di Desa Tertek. Yaitu rumah milik Adi Sarmo, Trisno, dan Pak No. Ketiga rumah itu yang paling dekat dengan bibir sungai.

Menurut Agus Prayitno, 33, seorang warga, luapan air di Sungai Harinjing itu baru pertama ini terjadi.   “Normalnya setinggi 1 meter. Bila banjir capai 3 meter,” ucapnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar