Order Via Telepon, Bandarnya Masih Aman

KEDIRI KABUPATEN- Memutus mata rantai jaringan narkoba benar-benar butuh kerja keras. Para Bandar narkoba licin bak belut. Mereka selalu punya cara untuk mengedarkannya. Bukan hanya memanfaatkan jasa ibu rumah tangga sebagai kurir, juga membuat jaringan distribusi berbelit agar sulit dilacak polisi.

 

Seperti yang terungkap dari hasil penangkapan polisi terhadap Fitriatul Mubarokah, 37. Janda beranak satu asal Desa Klampisan, Kandangan itu ditangkap polisi Sabtu (1/4) lalu. Dari tersangka itu ditemukan sabu-sabu seberat 27,28 gram yang belum sempat diantar ke pembeli.

 

Sayangnya, keberadaan sang Bandar yang memberi perintah tak terlacak. Fitri pun tak bisa menyebut detil yang menyuruhnya. Wanita yang baru bercerai ini berdalih hanya menerima orderan via telepon dari lelaki yang baru dikenalnya.

Menurut keterangan polisi, selain bertindak selaku kurir, Fitri juga pemakai. “Kami dapat informasi dari masyarakat jika pelaku ini seorang pecandu sabu,” terang Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Kediri Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bowo Wicaksono.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar