Rawan Kriminal dan Pergaulan Bebas

Pemilik lembaga kursus dan rumah kos menyambut baik rencana Pemkab Kediri yang akan melakukan penertiban terhadap keberadaan mereka. Mereka menganggap penertiban memang mendesak dilakukan. Selama ini pendirian lembaga kursus dan rumah kos dianggap terlalu mudah dan terlalu bebas.

“Sudah seharusnya begitu (ada aturan pendirian lembaga kursus),” ucap Ahmad Ufwan, 29, salah seorang pemilik lembaga kursus dan rumah kos di Kampung Inggris.

Menurut pria asal Jawa Barat tersebut, dia merasa heran dengan kemudahan membuka lembaga kursus di Kampung Inggris. Pendirian lembaga kursus di wilayah yang sudah menasional ini tak memiliki aturan jelas. Hal inilah yang menurut Ahmad berbahaya. Karena Kampung Inggris menjadi sangat terbuka dan memermudah pelaku kejahatan keluar-masuk.

Pemilik kursusan sejak 2014 ini mengaku tak heran mayoritas pelajar yang datang untuk belajar bahasa Inggris itu seperti tak terkontrol. Situasi seperti itu memang rawan mengundang banyak masalah. Bukan saja menjadi tempat persembunyian orang dari kelompok radikal saja, tapi juga bisa jadi ajang penipuan.

“Mudahnya membuka kursusan (membuat) setiap bula pasti ada pelajar yang mengeluh kena tipu. Itu sangat miris,” ujarnya.

Karena itulah dia merasa aturan main pendirian lembaga kursus dan rumah kos menjadi sangat mendesak. Harus segera dibenahi. “Bahkan saya pernah punya ide untuk mengintegrasikan kos-kosan dengan lembaga kursusan melalui kartu yang bisa dikontrol dengan mudah,” akunya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar