Tebar Pengaruh, Mahbub Sering Dakwah Jihad

KEDIRI KABUPATEN- Pemkab Kediri akan melakukan upaya antisipatif terkait munculnya kasus penangkapan terduga teroris di wilayah Kampung Inggris, Pare. Salah satunya adalah mendata ulang lembaga kursus yang merebak di lokasi itu. Dengan pendataan itu, pemkab berharap bisa mendeteksi lebih awal bila ada penghuni yang berniat jahat.

Setelah penangkapan Mahbub, warga Tolitoli, oleh Densus 88 lalu, kawasan Kampung Inggris menjadi sorotan. Apalagi, beberapa waktu sebelumnya di lokasi itu juga sempat marak aksi kejahatan pencurian.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah lemahnya kontrol dan pengawasan. Baik pengawasan terhadap lembaga kursus yang ada maupun tempat kos yang sangat banyak. Bahkan, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kediri, dari ratusan lembaga kursus yang ada hanya 87 saja yang berizin. Lainnya bisa dianggap ilegal.

 Menurut Kabid Pemuda, Olahraga, dan Pendidikan Non-formal (PNF) Muksin, pendirian lembaga kursus ada aturannya. Diatur Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 81/2013 tentang pendirian satuan pendidikan nonformal.

“Saat ini kami akan melakukan pengecekan ulang. Kebanyakan yang belum berizin itu adalah lembaga kursus musiman,” dalih Muksin.

Berdasarkan Permen itu, dalam bab III, pasal 5 ayat 2, syarat administratif untuk pendirian lembaga itu adalah fotokopi KTP pendiri, susunan pengurus dan rincian tugas, surat keterangan domisili dari kepala desa, keterangan kepemilikan atau kuasa penggunaan tempat pembelajaran selama tiga tahun, dan terakhir adalah harus berbadan hukum.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar