Mahbub Punya Nama Alias Mujahidin

KEDIRI KABUPATEN – Ternyata, lokasi penggeledahan Detasemen Khusus (Densus) 88 dengan terduga teroris Mahbub, 36, tidak hanya di Jl Asparaga saja. Pasukan khusus antiteror itu juga menggeledah satu rumah di Jl Lamtana, Dusun Tegalsari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

Dalam penggeledehan itu, polisi sempat membawa Khamim, 32, si pemilik rumah sekaligus pengrajin senapan angin. Ternyata, Mahbub sempat memesan agar dibuatkan senjata api kepada Khamim.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Kediri Khamis dibawa petugas sekitar 10.30. Atau setengah jam setelah penangkapan terduga teroris asal Tolitoli, Sulawesi Tengah itu. Khamim ditangkap ketika tengah mengerjakan pesanan senapan di bengkel sederhana yang ada di belakang rumah. Empat senapan angin pesanan Mahbub juga ikut disita. “Senjata itu telah dibawa anggota Densus 88 sebagai barang bukti,” terang sumber di internal Polres Kediri yang enggan disebutkan jatidirinya.

Dari empat senapan itu, satu di antaranya masih setengah jadi. Diperkirakan, Mahbub memesan senapan angin itu untuk dikirim ke Sulawesi. Selain itu, senapan tersebut diperkirakan masih akan dimodifikasi lagi.

Mahbub sendiri diperiksa dengan status sebagai saksi. Senin (13/3) malam, sekitar pukul 22.00 pengrajin senapan angin itu dilepaskan. Dia hanya dikenakan wajib lapor dua kali seminggu. Setiap Senin dan Kamis. “Khamim diperiksa terkait pesanan senapan angin Mahbub,” ujar polisi yang berkacamata itu.

Khamim terlihat masih shock ketika ditemui kemarin (14/2) siang. Di sela-sela wawancara lelaki itu beberapa kali menitikan air mata. Seakan tak percaya usaha kecilnya terseret kasus seperti terorisme. Dia berkali-kali menegaskan tak tahu kalau Mahbub adalah target operasi (TO) Densus 88.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar