Kota Kediri Alami Runner up Inflasi se-Jatim

KEDIRI KOTA - Inflasi Kota Kediri cukup tinggi pada Februari lalu. Nilainya sebesar 0,70 persen. Dengan angka sebesar itu, Kota Tahu menempati posisi tertinggi kedua se-Jatim setelah Madiun.

“Inflasi bulan ini cukup tinggi, tetapi masih lebih rendah dari Januari lalu,” terang Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Lulus Haryono kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sesuai prediksi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) memberi kontribusi paling besar terhadap inflasi Februari. Kenaikan sebesar 8,3 persen, menyumbang 0,24 persen terhadap keseluruhan inflasi.

Untuk diketahui sejak Januari, subsidi listrik kapasitas 900 VA dicabut. Kini tarif menjadi Rp 791/kwh dari sebelumnya hanya Rp 605/kwh. “Diperkirakan penyesuaian TDL ini masih akan menjadi penyumbang inflasi beberapa bulan ke depan,” tambah Lulus.

Sedangkan penyebab kedua adalah naiknya harga bawang merah. Musim hujan menyebabkan harganya melambung hingga 17,68 persen. Sehingga berkontribusi 0,08 persen terhadap inflasi. “Sekarang (kemarin, Red) harganya cukup mahal sekitar Rp 38 ribu per kilogram,” ungkap Lulus.

Harga cabai rawit pun tidak cukup tertekan sehingga tetap berkontribusi terhadap inflasi Februari. Meski diserbu cabai impor, ternyata tak cukup mengintervensi harga cabai rawit di pasaran.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar