Antar Jemput tanpa Pakai Helm

KEDIRI KOTA – Kesadaran keamanan berlalu lintas warga Kota Kediri masih rendah. Hal ini bisa dijumpai di berbagai jalan protokol di Kota Kediri. Tampak banyak pengendara motor yang tidak menggunakan helm.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri pelanggaran tersebut banyak terlihat di beberapa pinggiran Kota Kediri. Namun tidak menutup kemungkinan kejadian tersebut mudah ditemui di tengah perkotaan.

Biasanya  ditemui saat jam berangkat sekolah maupun pulang sekolah. Sebagiaan besar adalah mereka para orang tua yang mengantar maupun menjemput anaknya ke sekolah.

Seperti yang terlihat kemarin siang di sekitar SMPN 3 Kota Kediri Jl. Joyoboyo hingga sekitar Jalan Penanggungan. “Aman mas, wong dekat rumah saja kok,” terang Agus Supriyanto warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto.

Agus mengaku tidak sempat membawa helm karena dia baru pulang kerja dan setelah menjemput akan berangkat lagi. Walaupn begitu dia tetap beralibi aman karena yang menyetir adalah dia sendiri. “Sudah tidak sempat mas, saya lebih khawatir kalau anak bawa motor sendiri. Ini saja sudah nyempat-nyempatkan,” ungkap pria berumur 40 tahun ini.

Beberapa kecelakaan yang menewaskan korbannya akibat tidak memakai helm pun juga sering terjadi di Kota Kediri. Seperti kecelakaan pelajar pada hari Selasa (17/1) bulan lalu di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto. Akibat dibonceng temannya, Bagus Mahesa Agni, 13, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto tewas akibat kepalanya terbentur aspal saat kecelakaan. Luka parah di kepala yang menewaskannya itupun karena tidak memakai helm. Sedangkan temannya yang membonceng malah selamat karena memakai helm. “Kuncinya pada orang tua Mas,” terang Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP M. Amirul Hakim.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar