Distributor Pupuk Support Gapoktan Mugi Rahayu

KEDIRI - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mugi Rahayu menggelar panen raya padi di Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, kemarin. Panen raya  tersebut dihadiri Direktur Distributor PT Dimar Antika Nugraha, Putut Widodo, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Ir Widodo Imam Santoso, dan Dandim 0809 Kediri Letkol Arm Joko Setiyo Kurniawan.

Untuk diketahui, Distributor PT Dimar Antika Nugraha adalah distributor pupuk bersubsidi yang membantu petani di Gapoktan Mugi Rahayu. Sedangkan, produsennya adalah PT Petrokimia Gresik. Sehingga, petani mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau, asli, dan mudah diperoleh. Tanaman padi menjadi subur dan bisa panen raya.

Sebagai rasa syukur atas panen raya tersebut, secara simbolis dilakukan potong tumpeng oleh Dandim 0809 Letkol Arm Joko Setiyo Kurniawan didampingi Putut Widodo, Direktur Distributor PT Dimar Antika Nugraha, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Ir Widodo Imam Santoso, dan Camat Gurah. Potongan tumpeng diberikan kepada perwakilan Gapoktan Mugi Rahayu. Selanjutnya, Dandim dan rombongan memanen padi bersama petani.

“Kami sangat senang sekali bisa membantu petani di Gapoktan Mugi Rahayu sehingga panen padinya melimpah,” ujar Putut.

Lebih jauh, Putut menegaskan, sebagai distributor pupuk bersubsidi, Distributor PT Dimar Antika Nugraha tidak hanya membantu petani padi. Ke depan, distributor ini akan menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani cabai dan tebu. “Kami ingin semua petani di Indonesia makmur dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Ir Widodo mengatakan, panen raya padi ini merupakan berkah dan hasil kerja keras petani. Sehingga, petani bisa mendapatkan keuntungan dari panen raya tersebut. “Semoga Kabupaten Kediri bisa tetap mempertahankan swasembada pangan, khususnya padi dan jagung,” harapnya.

Pria berkacamata ini meminta petani juga mengikuti program asuransi dari pemerintah. Sehingga, jika ada serangan hama atau bencana alam, petani tidak akan mengalami kerugian yang besar. Karena pemerintah akan ganti rugi. (ik2/tyo/die)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar