Terpaksa Panen Padi Lebih Awal

KEDIRI - Banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Walaupun tak ada tanggul atau jembatan yang rusak, tapi warga mulai mengeluhkan banjir yang lebih parah bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau biasanya hanya sebatas mata kaki saja, kini sudah setengah lutut orang dewasa,” ucap Sutikno, 55, warga Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan.

Akibat banjir tersebut, tidak sedikit petani yang harus memanen tanaman padinya lebih awal. Seperti yang dilakukan Sutikno. “Padi ini harusnya dipotong seminggu lagi,” katanya.

Tapi karena selama dua hari ini air terus menggenang di sawah, membuat sebagaian padi roboh. Pemilik sawah pun memutuskan memanen lebih awal. Untuk menghindari batang padi membusuk.

Sementara itu, beberapa daerah di Kecamatan Tarokan yang terendam air di antaranya Desa Jegles, Desa Kedungsari, dan Desa Jatikapur. Walaupun tak sampai merusak bangunan, tapi genangan air cukup mengganggu aktivitas warga. Bahkan bisa berdampak pada kesehatan.

Banjir di wilayah Kecamatan Tarokan terjadi karena imbas hujan deras di sekitar Gunung Wilis. Menurut warga selain kiriman dari pegunungan, aliran air sungai yang menyambung sampai ke Nganjuk juga mengalami penyempitan. Sebenarnya, Pemkab Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Kecamatan Tarokan sempat merencanakan penggalian waduk di beberapa lokasi. Lokasi-lokasi itu adalah bekas waduk peninggalan zaman Belanda yang kini sudah mengering.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar